BANDA ACEH – Anggota DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil, berharap agar museum perdamaian dibangun di Aceh. Museum ini diharapkan dapat menjadi media edukasi, penelitian serta untuk mengingatkan sejarah konflik dan proses perdamaian Aceh.

"Sehingga generasi mendatang bisa mengetahui dan mengambil pengajaran dari peristiwa lampau tersebut," ujar Nasir Djamil seperti rilis yang diterima portalsatu.com/, Rabu, 8 November 2017.

Dia mengatakan museum perdamaian Aceh sangat penting mengingat daerah ini telah melalui banyak sekali peristiwa di masa konflik. Selain itu, Aceh juga memiliki sejarah panjang proses menuju perdamaian.

“Museum ini sangat penting demi memudahkan generasi muda kita mengakses dan mendapatkan informasi tentang perjalanan proses perdamaian Aceh,” ujar anggota Komisi III DPR ini.

Lebih lanjut Nasir Djamil mengatakan Aceh telah melewati masa-masa sulit di saat konflik dulu.  Perdamaian yang didapatkan hari ini adalah buah dari proses panjang nan melelahkan, yang diupayakan secara sabar dan penuh jiwa besar bersama, khususnya pihak GAM dan Pemerintah RI waktu itu.

“Ini harusnya bisa dijadikan contoh yang luar biasa bagi bangsa manapun yang sedang mengalami konflik,” kata Nasir.

Politisi PKS ini berharap proses damai tersebut tidak hilang begitu saja. Akibatnya generasi muda Aceh akan kesulitan mengakses peristiwa tersebut di masa mendatang.

“Bagaimana nanti kita akan menceritakan kisah konflik dan perdamaian ini kepada anak cucu kita. Bagaimana kita akan menjelaskan bahwa pemimpin mereka hari ini seperti gubernur,  anggota-anggota DPRA dan DPRK adalah orang-orang yang dulu merupakan para pihak yang terlibat langsung dalam konflik. Tentu kisah ini akan hilang begitu saja kalau kita tidak mengabadikannya dengan baik,” kata Nasir.

Terlebih lagi bila ingin menjadikan Aceh sebagai model peradaban dunia, maka harus ada sesuatu bukti yang bisa kita tawarkan. Maka museum adalah salah satu yang akan bisa dijadikan tempat penelitian, pusat informasi serta juga jadi situs sejarah dan wisata.

“Kalau orang luar khususnya orang asing yang ingin mengetahui dan meneliti proses perdamaian Aceh, maka tinggal datangi saja museum perdamaian ini,” kata Nasir Djamil.[]