TAKENGON – Guna memenuhi ketersediaan daging pada hari raya Idul Adha 1437 H, Pemerintah Aceh menyiapkan 16.423 ekor sapi dan kerbau serta ternak kecil jenis kambing sebanyak 11.807 ekor.
Sekretaris Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh Drh. Marjuani mengaku, permintaan ternak jelang Idul Adha cukup tinggi, namun jumlah itu diprediksi akan mencukupi kebutuhan daging di Aceh.
Disinggung mengenai adanya pasokan ternak dari Sumatera Utara, Drh. Marjuani menjelaskan pasokan itu hanya bentuk antisipasi kekurangan ternak saat permintaan tak terduga.
“Yang kita utamakan tetap ternak lokal, pasokan dari Medan yang berjumlah sekitar 3 ribu ekor pertahun itu hanya (untuk) antisipasi saja,” katanya usai pembukaan Muscab Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Gedung Ummi, Aceh Tengah, Sabtu, 27 Agustus 2016.
Drh, Marjuani juga tak memungkiri, Aceh masih kekurangan ternak hingga mengharuskan dipasok dari provinsi tetangga. Kekurangan ketersediaan ternak di Aceh katanya, disebabkan karena berkurangnya populasi, baik itu karena pemotongan ternak produktif (betina-red) maupun karena mati diserang penyakit.
Untuk itu sebut Marjuani, pemerintah telah menerbitkan Qanun Aceh No 3 tahun 2016, telah mengatur tentang Pengendalian Sapi dan Kerbau Betina Produktif.
“Ternak betinanya sudah disembelih, bagaimana lagi mau berproduksi,” ujarnya.
Saat ini kata Marjuani, pihaknya juga tengah melakukan sosialisasi penerapan qanun tersebut. Diperkirakan, pertengahan tahun dengan qanun itu efektif diberlakukan.
Bagi setiap pelanggar katanya, akan dikenakan sanksi, seperti pencabutan izin usaha bagi pedagang dan penghentian pemberian bantuan bibit ternak dari pemerintah bagi perseorangan.
Hadir dalam acara itu Ketua PDHI Cabang Aceh Drh. Mulyadi Adam, M.Si, Ketua PB PDHI Dr. Drh. Agus Lelana, M.P, Sp.MP, Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, serta para dokter hewan se-Aceh.[](ihn)




