TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah meluncurkan Pusat Promosi Kerajinan Daerah yang berlokasi di kompleks Terminal Paya Ilang Takengon.

“Ini cita-citanya sudah lama, dan alhamdulillah baru bisa diwujudkan sekarang,” ujar Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin di sela-sela peluncuran, Senin, 24 Oktober 2016.

Menurut Nasaruddin, sebagai daerah wisata keberadaan Pusat Promosi di Aceh Tengah adalah keniscayaan, karena didukung kondisi alam dan melimpahnya bahan baku industri kerajinan maupun kuliner.

“Banyak komoditi yang dimiliki Aceh Tengah tidak ada atau jarang di tempat lain, seperti kopi, dari luar negeri sekalipun pembeli datang ke Takengon, karena itu keberadaan pusat promosi yang representatif sangat strategis,” kata Nasaruddin.

Selama ini diakui Nasaruddin pihaknya selalu kesulitan untuk mengarahkan tamu yang ingin membeli oleh-oleh atau kerajinan daerah.

“Ada pengrajin atau penjualan oleh-oleh yang dikelola masyarakat, namun tempatnya terbatas atau mungkin jalannya sulit, sehingga jadi penghalang bagi tamu yang ingin membeli atau sekedar melihat-lihat,” jelas Nasaruddin.

Keberadaan pusat promosi tersebut diharapkan Nasaruddin dapat membantu masyarakat yang selama ini sudah memproduksi kerajinan tangan ataupun usaha kecil menengah untuk lebih mendapat akses dari pembeli.

Kepala Dinas Perdagangan Aceh Tengah, Munzir, menuturkan, hadirnya pusat promosi kerajinan daerah merupakan gagasan bupati untuk menampung karya kerajinan maupun produk daerah lainnya yang diusahakan oleh masyarakat.

“Ini baru tahap awal, baru sekitar 12 orang atau usaha masyarakat yang bergabung dalam pusat promosi, seperti kemasan kopi, aneka produk Kerawang Gayo, dan aneka anyaman, diharapkan ke depan lebih banyak masyarakat terbantu dengan keberadaan pusat promosi ini,” kata Munzir.[]