TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mulai secara maraton melakukan Musyawaran Perencanaan Pembangunan (musrenbang) kecamatan untuk tahun anggaran 2017. Kegiatan ini ditandai dengan pembukaan yang berlangsung di Kecamatan Kute Panang pada Senin, 25 Januari 2016.
Pembukaan tersebut dilakukan oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, dihadiri oleh Ketua DPRK Muchsin Hasan, seluruh kepala SKPK, anggota DPRK daerah pemilihan setempat dan delegasi dari seluruh kampung di Kute Panang.
Kepala Bappeda Aceh Tengah, Yahya Kobat, mengatakan musrenbang akan berlangsung hingga Februari 2016 mendatang dengan lokasi terakhir di Kecamatan Bies.
“Musrenbang kali ini dimulai lebih cepat dua minggu dari ketentuan yang dikeluarkan oleh Kemendagri,” ujar Yahya Kobat melalui siaran pers yang diterima redaksi.
Ia yakin dan optimis, rangkaian kegiatan musrenbang tahun ini akan bermuara pada pengesahan anggaran 2017 yang lebih cepat. Jika anggaran dapat disahkan lebih awal dan diserahkan ke Pemerintah Pusat juga lebih cepat katanya, berarti Aceh Tengah setidaknya dapat mengulangi prestasi dokumen anggaran tahun 2016 yang dinilai tercepat kedua seluruh Indonesia.
Sementara Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan penting dimusyawarahkan dalam musrenbang tingkat kecamatan berkaitan dengan skala prioritas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pentingnya skala prioritas karena tentu kebutuhan sangat besar, namun anggaran terbatas, sehingga perlu penyesuaian untuk yang sangat dibutuhkan terlebih dahulu, dengan demikian anggaran daerah dapat dimanfaatkan efektif dan efisien,” ujarnya.
Nasaruddin mengakui proses musrenbang menjadi forum yang sangat tepat untuk merumuskan perencanaan pembangunan daerah yang baik, karena itu diperlukan kesinambungan antara perencanaan dengan pelaksanaan melalui koordinasi yang baik diantara unit kerja terkait.
“Agar pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana, diperlukan koordinasi lintas sektor terkait, jangan sampai terbentur,” kata Nasaruddin.[] (ihn)



