TAKENGON – Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, resmi membuka Kontes Kopi Specialty (KSSI) ke-8 yang digelar di Kota Takengon, Aceh Tengah, Sabtu, 22 Oktober 2016.

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia atau AEKI mempercayakan Aceh Tengah sebagai tuan rumah KSSI ke-8. Tahun sebelumnya acara ini berlangsung di Denpasar, Bali.

“Sudah beberapa kali KKSI digelar, baru yang ke-8 diselenggarakan di Takengon. Jika yang ke-9 dan selanjutnya Aceh Tengah juga ditunjuk sebagai tuan rumah dari awal kami menyatakan kesediaan,” ujar Nasaruddin ketika membuka kegiatan KKSI di Resi Gudang kopi Paya Ilang.

Ia mengatakan, Kabupaten Aceh Tengah merupakan daerah penghasil kopi Arabika utama di Indonesia dan sudah diekspor ke 17 negara termasuk Amerika Serikat sebagai negara importir terbesar kopi Arabika Gayo, disusul Jepang dan Korea Selatan.

“Saat ini kopi Arabika Gayo sudah masuk ke negara Uni Eropa, negara ini paling besar konsumen kopinya sudah 15 kg perkapita pertahun, ini satu peluang pasar cukup baik bagi kopi arabika Gayo,” katanya.

Diharapkan Nasaruddin, KKSI ke-8 di Aceh Tengah dapat menjadi babak baru bagi pengembangan dan memperkenalkan kopi Arabika Gayo ke depan lebih luas.

“Sebelumnya kopi Arabika Gayo mungkin hanya dikenal nama saja, hari ini peserta kontes bisa melihat langsung kebun kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah dan dapat bertemu petani sekaligus melihat prossesingnya,” tambahnya.

Kontes Kopi Spesialty di Takengon diikuti ratusan peserta dari berbagai pelaku dan pencinta kopi, baik lokal maupun mancanegara serta menghadirkan tim juri dari berbagai negara, di antaranya Mr Shunta Baba (Jepang), Mrs Mirella Cielek (Jerman), Paul W De Haan (Belanda) dan Mrs Judith E Ganes (Amerika Serikat) yang juga merupakan pengamat harga kopi dunia.

Rangkaian kontes Kopi sudah dimulai sejak tanggal 20 Oktober 2016 dengan acara penyambutan peserta dilanjutkan keesokan harinya (21/10) acara seminar dan pemilihan duta kopi. Turut hadir pada pembukaan kontes kopi, Danrem 011/LW Kolonel Inf. Dedy Agus Purwanto dan Dandim 0106 Aceh Tengah, Didit Hari Prasetyo Putro.[]