BANDA ACEH – Pegiat lingkungan dari lembaga Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Agung Dwi Nurcahya, menyebutkan Kabupaten Aceh Timur mengalami perubahan fungsi hutan di Kawasan Ekosistem Leuser. Sementara untuk Gayo Lues dan Aceh Selatan menempati posisi kedua dan ketiga penyumbang deforestasi terbesar KEL di Aceh.
“Aceh Timur kehilangan tutupan hutan (forest loss) terbanyak di Aceh yaitu sebanyak 1.870 hektar pantauan HAkA dari Januari-Juni 2016,” kata Agung dalam konferensi pers di 3in1 Coffee Banda Aceh, Rabu, 28 September 2016.
Sementara Gayo Lues kehilangan fungsi tutupan hutan mencapai 405 hektare dari 402.684 hektare lahan hutan yang ada di KEL. Untuk Aceh Selatan, kata Agung, kehilangan hutan sebanyak 378 hektare. Selanjutnya disusul Nagan Raya dan Bener Meriah.
“Ini berbanding lurus dengan temuan 187 titik api, dan yang terbanyak ada di Aceh Timur mencapai 56 titik api, kemudian Gayo Lues 31 titik api, selanjutnya Aceh Selatan yang titik apinya juga terbesar di periode Januari hingga Juni 2016 ini,” katanya.
Agung mengatakan data tersebut diperoleh HAkA dari website NASA yang kemudian dianalisis dengan penajaman citra. Dia menyebutkan, di Aceh Timur, titik api hampir merata baik di hutan produksi maupun hutan lindung.[]


