ACEH UTARA — Kabar baik dan angin segar menghampiri masyarakat Kabupaten Aceh Utara yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan alokasi bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp328,456 miliar siap disalurkan untuk membantu warga menata kembali kehidupan mereka.

Anggaran jumbo ini merupakan bagian dari total Rp435,3 miliar bantuan pemulihan bencana untuk wilayah Sumatera. Sentuhan kepedulian nyata dari pemerintah ini menyasar langsung ke dapur dan rumah tangga warga korban banjir dan lomngsor.

Bupati Ismail A. Jalil, akrab disapa Ayahwa, melalui Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, merincikan bahwa bantuan tersebut terbagi menjadi dua pilar utama:

Rp305,7 miliar untuk bantuan isi hunian yang akan meringankan beban 101.900 kepala keluarga (KK), serta Rp22,756 miliar dana jaminan hidup (jadup) untuk menjamin kebutuhan dasar 16.857 jiwa.

“Ini merupakan alokasi bantuan terbesar yang diterima Kabupaten Aceh Utara dan bantuan saat ini sudah tersedia, hanya tinggal menunggu proses pencairan dan penyaluran melalui PT Pos Indonesia,” kata Muntasir Ramli, Senin, 21 September 2026.

Komitmen dan kerja keras Ayahwa dalam memperjuangkan nasib warganya di tingkat pusat membuahkan hasil nyata. Alokasi anggaran yang sangat besar ini berhasil diamankan berkat komunikasi intensif dan koordinasi tak kenal lelah yang dibangun Bupati dengan Kementerian Sosial RI, Satgas PRR, serta berbagai lembaga terkait.

Demi memastikan transparansi dan agar informasi penting ini cepat memeluk masyarakat yang menanti, Ayahwa memilih pendekatan yang modern dan interaktif. Pengumuman daftar penerima bantuan disiarkan secara terbuka, salah satunya dilanjutkan pada Senin (21/9) pukul 19.30 WIB melalui akun TikTok resmi Bupati Aceh Utara.

Langkah keterbukaan ini tidak berhenti di media sosial. Untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal informasi, pemutakhiran data penerima juga akan diperkuat melalui media cetak dan elektronik. Setelahnya, petugas PT Pos Indonesia akan mengantarkan undangan resmi langsung ke pintu rumah masing-masing penerima manfaat.

Pemerintah daerah juga sangat memahami kecemasan warga yang rumah atau mata pencariannya sempat lumpuh akibat bencana. Bagi masyarakat yang namanya belum tercantum dalam daftar kali ini, Pemkab meminta warga untuk tidak patah arang.

Kesempatan untuk mendapatkan hak bantuan masih terbuka lebar pada tahap berikutnya, mengacu pada ketentuan dan hasil pendataan lanjutan di lapangan.

Saat ini, gerak cepat pemulihan terus dimatangkan. Kepala Dinas Sosial dan P3A Aceh Utara, Fakhrurradhi, S.H., M.H., sedang mengoordinasikan jadwal penyaluran di setiap kantor pos agar proses distribusi berjalan humanis, tertib, dan nyaman bagi warga.

“Pemerintah akan terus mengawal proses penyaluran agar bantuan yang diterima oleh masyarakat yang berhak utuh dan tepat sasaran. Bantuan tersebut diharapkan menjadi bagian nyata dari upaya pemulihan pascabencana,” pungkas Muntasir Ramli.[](Adv)