LINOT. Begitulah hewan kecil jenis serangga berbangsa lebah ini disebut dalam bahasa Aceh. Kelulut, adalah sebutannya dalam dunia Melayu. Dalam bahasa Latin disebut trigona itama.

Tahun lalu, aku baru mendengar lagi kata linot. Saat itu, Syekh Zul Anshary menyebut bahwa ia mengelola peternakan linot untuk madu di Lembah Barbate.

Tentu itu mengejutkanku, dan aku akan tertawa saat membicarakannya. Karena dulu, di waktu kecil aku menyebutnya ek linot. Waktu itu, aku sering dikerumuni linot saat melewati dan merusak sarang mereka yang dibuat di lobang pohon kelapa.

Kadang, kami mendapatkan sarang linot saat membelah bambu. Kucoba mencicipi madunya, rasanya asam. Masam tu'ie. Namun, kini linot dapat dibudidayakan untuk diambil madunya dan dijual dan harganya masih tinggi? Mengejutkan.

Bulan lalu, Syekh Zul Anshary mengajakku ke peternakan linot yang ia kelola.

Peternakan itu satu area dengan kebun kurma di Jl. Lintas blangbintang-Kruengraya, Meurandeh, Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Lembah itu disebut Lembah Barbate karena dikelola oleh Yayasan Barbate untuk kebun kurma, madu kelulut, wisata kebun dan kuda, dan sebagainya.

Saat itu panen pertama. Beberapa orang hadir dari kota Banda Aceh ke sana untuk mendengar penjelasan tentang madu kelulut dan membelinya beberapa botol.

Secara umum, peternakan kelulut untuk madu di Lebah Barbate tersebut didasarkan pada ayat Alquran.

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.” (Alquran, Surat An-Nahl, Ayat 68-69).

Di Lembah Barbate, saat itu ada sekira 50 cup atau sarang telah ada. Sarang itu merupakan milik investor yang berbeda dan Zul Anshary mengelola manajemennya.

Sekarang pun masih diterima investasi dari siapapun yang ingin menjadi peternak kelulut untuk madu dengan membeli sarangnya. Peminat hanya memberikan uang sejumlah harga sarang dan ongkos kirimnya, Syeh Zul Anshary memesan sarang dari Aceh Timur dan mengurus pengirimannya ke Lembah Barbate. Setelah itu dikolela oleh penjaga sampai panen dan seterusnya. Investor akan menerima hasil penjualan madu linot setiap panen, misalnya sebulan sekali.

Selain yang dikelola oleh Zul Anshary, di tempat lain juga ada peternakan kelulut untuk madu. Di antaranya, di Tualang Pateng, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Juga ada di Pante Cereumen, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya. Selain itu, ada juga di Cot Girek, Aceh Utara, serta di Meuse Kuta Blang, Bireuen, dan beberapa tempat lainnya.

Memelihara linot merupakan kerja yang sepenuhnya bergantung pada alam. Sarangnya harus di dekat aliran air dan pohon-pohon yang bunganya sesuai untuk linot. Misalnya, pohon akasia Aceh, mangga, nangka, dan sebagainya. Jenis bunga akan menentukan pula rasa madunya.

Selain itu, peternak juga harus menjauhkan pohon yang bunganya dapat mendatangakan pemangsa (predator) untuk linot seperti tawon (geumeutoe), misalnya, pohon widuri (calotropis) yang bunganya disukai geumeutoe.

Linot punya daya kontrol sekira 500 meter ke seleliling sarangnya. Ia hanya mencari makakan sejauh itu. Apabila dalam radius 500 meter makanannya tidak tersedia, mereka akan membuat koloni baru di tempat lain.

Harga madu linot sekarang masih bervariasi di antara para peternak. Misalnya, 500 ribu Rupiah per kilogram, atau kurang, atau lebih. Tergantung keadaan. Setiap madu yang diproduksi selalu saja ada pembeli sehingga saat ini, madu linot belum dapat memenuhi permintaan pasar.

Sebagai pengelola peternakan linot untuk madu di Lembah Barbate, Zul Anshary mengharapkan semakin banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi pada peternakan linot sehingga madu linot semakin mudah didapat dan harganya akan lebih ramah. Dengan begitu, akan semakin banyak orang meminum madu linot dan mereka akan lebih sehat.[]