LHOKSEUMAWE – Anda pernah mandi uap rempah-rempah? Di Gampong Paya Bili, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, ada sauna (tempat/ruangan mandi uap) tradisional yang cukup membayar seikhlas Anda.

“Kita boleh mandi uap rempah-rempah sepuasnya, bayar seikhlasnya,” ujar Armia, warga Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe kepada portalsatu.com/, Minggu,13 Agustus 2017.

Armia baru dua kali mandi uap di tempat itu. Mulanya, ia pergi sendirian setelah mendapat informasi dari temannya. Armia kemudian membawa istri dan dua anaknya saat datang lagi ke sauna tersebut, Sabtu malam tadi. “Aroma rempah-rempah menggoda saya untuk kembali ke sauna tradisional itu,” katanya.

“Saya mandi uap 30 menit lebih, tapi tiga kali masuk dan keluar. Hasilnya, badan terasa ringan dan segar,” ujar Armia.

Badan mangat, teungeut pih mangat,” kata Muhammadan, warga Simpang Kramat, Aceh Utara yang mengaku sering mandi uap rempah-rempah di tempat itu.

Selain Armia dan keluarganya, ada belasan waga lainnya dari sejumlah gampong yang mandi uap rempah-rempah itu, Sabtu malam tadi. “Setelah mandi uap, beberapa warga dewasa juga berbaring di atas panteu untuk sale (bersalai) di luar sauna,” ujar Armia.

Muhammad Rafi Maulana, pengelola sauna tradisional itu mengatakan, pihaknya menerima pengunjung lima malam dalam sepekan. “Yang tidak kami buka malam Senin dan malam Jumat,” katanya.

Rafi Maulana mengatakan, rempah-rempah yang direbus dalam dang untuk menghasilkan uap antara lain on rheu, on seuke peulot, on seuke, on kruet, on kuyun, dan on seumanggi.

Menurut Rafi, pengunjung yang sering mandi uap di tempat itu berasal dari sejumlah gampong di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Rata-rata per malam lima sampai 10 warga lebih. “Wukop atau sauna ini sudah dibuka sekitar enam tahun. Warga yang sering datang ke sini dari Krueng Mane, Krueng Geukueh, Pantonlabu (Aceh Utara), Hagu Teungoh (Kecamatan Banda Sakti) dan gampong-gampong di kawasan ini (Muara Dua, Lhokseumawe),” ujarnya.

“Manfaat mandi uap rempah-rempah ini untuk menyehatkan badan, dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit,” ujar Rafi.

Soal biaya, Rafi menyebutkan, “Kamoe hana patok harga, ube ikhlas.[](idg)