Betapa sering hati kita sesak hanya karena orang lain menyakiti hati kita atau berutang pada kita. Anda pernah mengalami?

Padahal, kalau hati lapang, rezeki juga turut lapang. Maka, miliki hati yang memaafkan. 

Orang yang berutang pada kita, orang yang menahan hak kita, jangan dipikirkan berlarut-larut. Ini hanya membuat hati kita sesak.

Terus, baiknya? Ingatkan dia. Tagih tiga kali. Kalau tidak berhasil juga? Mulailah melupakan dan memaafkan. 

“Ah, nggak semudah itu!”

Mungkin itu jawaban Anda. Memang nggak mudah. Siapa bilang mudah? Tapi, percayalah, ini dahsyat dampaknya. Keajaiban demi keajaiban menanti di ujung sana. Coba saja. 

Cara pikir saya begini. Kalau memang hak kita, pasti akan kembali ke kita. Gimanapun caranya. Kalau nggak nyampe-nyampe ke kita, mungkin itu memang bukan hak kita. Think!

Memutihkan utang, itu lebih utama daripada bersedekah.

Yuk praktik! Semoga berkah berlimpah![]

Oleh: Ippho Santosa

Penulis Buku 7 Keajaiban Rezeki. Kiriman Taufik Sentana.