BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial, akhirnya dapat memulangkan Syahrul, 26 tahun, dan istrinya, Lisna, 25 tahun, adik Muhammad Zubir, 30 tahun, warga Gampong Babah Ie Lamno, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, yang menjadi korban penembakan di Malaysia.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, mengatakan, kepulangan mereka tidak terlepas dari upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh beserta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

“Berkat perintah gubernur dan wakil gubernur, kami sudah pulangkan Syahrul. Allhamdulillah Syahrul dan istri sudah sampai dengan selamat di Aceh,” kata Alhudri, didampingi Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Aceh, Rohaya Hanum, di kantor dinas tersebut, Rabu, 8 November 2017, sekira pukul 00.30 WIB.

Kasus penembakan yang terjadi terhadap Muhammad Zubir di Pahang Felda Banda Turazak Keratong 3 Malaysia pada Rabu, 25 Oktober 2017 lalu, dijelaskan Alhudri membuat Syahrul dan istri tidak diberikan izin pulang oleh pihak kepolisian Malaysia karena merupakan saksi kunci. Selain itu, pasalnya pasangan ini merupakan pendatang ilegal ke Malaysia.

“Rencana dulu ingin kita pulangkan sekalian bersama jenazah Zubir ke Aceh, tetapi karena keterangan Syahrul masih dibutuhkan oleh polisi di Malaysia, sehingga belum bisa kami pulangkan,” jelas Alhudri.

“Seluruh biaya pemulangan Syahrul dan istri ditanggung Pemerintah Aceh. Selanjutnya kami akan menyerahkan kepada pihak keluarga, Syahrul kami pulangkan bersama istrinya yang merupakan warga Aceh Utara yang juga bekerja di Malaysia,” jelasnya lagi.

Sebelum tiba di Aceh, Syahrul dan Lisna, diantar oleh KBRI di Malaysia melalui jalur laut menuju ke Batam, Kepulauan Riau. Setelah itu, keduanya yang telah ditunggu oleh Kasi PSKBS Dinas Sosial Aceh, kemudian dipulangkan dengan menggunakan pesawat.

Syahrul yang masih dalam keadaan syok, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah membantu kepulangan mereka.

“Kami banyak mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Aceh dan Dinas Sosial, yang telah membantu kepulangan kami,” kata Syahrul.

Keduanya rencananya akan dipulangkan ke Aceh Jaya, hari ini (pagi tadi).[]