DOHA – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menjelaskan berbagai peluang investasi di Aceh kepada Manajemen Qatar Investment Authority di Doha, Minggu, 10 Desember 2017. Di antara peluang yang ditawarkan seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe, Infrastruktur, regional transportation hub, dan bidang pertanian dan perkebunan.
Informasi yang diterima dari Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, menyebutkan kunjungan Irwandi Yusuf tersebut disambut Muhammad Al-Musallam beserta staf di kantor Qatar Investment Authority.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayananan Satu Pintu Provinsi Aceh, Direktur Badan Pengelola KEK Aru- Lhokseumawe, Penasehat Khusus Gubernur Aceh dan para staf.
“Pihak Qatar Investment Authority menyambut baik dan akan menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan hal yang lebih konkrit terkait investasi di Aceh,” ujar Mulyadi Nurdin kepada portalsatu.com/, Senin, 11 Desember 2017.
Pada hari yang sama, lanjut Mulyadi Nurdin, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga bertemu Akbar Al-Baker Group Chief Executive Qatar Airways dalam rangka menawarkan Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh sebagai International Hub dan maintenance facilities bagi Qatar Airways.
“Akbar Al-Baker menyambut baik rencana tersebut dengan tahap awal mempersiapkan aplikasi penambahan rute penerbangan Qatar Airways Doha – Aceh,” ujar Mulyadi Nurdin mengutip Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.
Mulyadi Nurdin menambahkan, rencana pembukaan rute penerbangan ini diharapkan dapat menguntungkan Provinsi Aceh secara khusus, dan Indonesia secara lebih luas, terutama sektor perdagangan dan pariwisata, serta dapat mendukung Qatar dalam rangka pengembangan dan ekspansi program “food security” negara Qatar.
“Pasca Tsunami 2004 silam, Bandara SIM telah direnovasi dan sekarang telah memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter yang mampu menampung pesawat berbadan lebar. Pihak Angkasa Pura juga telah menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan 51 hektar lahan untuk perluasan Bandara Sultan Iskandar Muda pada tahun 2016 lalu,” kata Mulyadi Nurdin.[]



