LHOKSUKON – Jambore Anak Aceh Utara (JAAU) 2016 dilaksanakan di Kampus diklat Aceh Utara, 29-30 Mei 2016<!–EndFragment–>. Peserta Jambore ini adalah siswa/siswi Sekolah Dasar yang berada di tujuh kecamatan Aceh Utara, berjumlah sekitar 142 orang.

Jambore anak Aceh Utara digelar dengan sangat semarak. Kegiatan kali ini dihadiri oleh Kak T Mohd Nurdin, Andalan Urusan Siaga Gerakan Pramuka Aceh Utara. Kegiatan yang dilaksanakan untuk anak pelosok ini diawali dengan materi Pramuka Siaga. Berbagai permainan diberikan dengan menarik.

Kak Nurdin yang sering disapa Kak Udin ini memainkan harmonikanya dan memberikan tantangan kepada anak-anak untuk bernyanyi, berpantun maupun berpuisi. 

Kak Udin memberikan hadiah kepada anak-anak untuk siapa yang berani kedepan menunjukkan kemampuannya. Anak-anak mengangkat tangan dengan bersemangat. Bernyanyi bergembira dan bersenang-senang dalam kegiatan ini. “Saya senang sekali dengan kegiatan seperti ini, kegiatan JAAU ini sangat bagus apalagi peserta diambil dari pelosok pedalamaan. Kalau bisa program ini diteruskan untuk membangkitkan pramuka di Aceh Utara” ungkap Kak Nurdin  
Kak Udin juga berharap Anak-anak bisa diandalkan ketika pulang, baik di masyarakat ataupun sekolah, serta anak-anak dapat lebih kreatif dan mandiri.

Semangat Kolaborasi Relawan Pendidikan Aceh Utara

Jambore anak Aceh Utara (JAAU) merupakan kegiatan berkumpulnya anak-anak sekolah dasar dari pelosok Aceh Utara. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk kolaborasi antara relawan-relawan pendidikan yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Para relawan berinisiatif membuat kegiatan untuk mengenalkan anak-anak pedalaman tentang kepramukaan dan media melalui kegiatan safari beserta outbond. 

Kegiatan JAAU ini, dilaksanakan oleh beberapa komunitas pendidikan di Aceh utara dan Lhokseumawe  di antaranya adalah Relawan Pendidikan Tanah Rencong (R-Pintar), Tanda Seru, Turun Tangan, PRAMUKA serta relawan pendidikan lainnya. Kegiatan ini dipersiapkan dalam waktu kurang lebih satu bulan. Semangat kolaborasi yang ada, menjadikan acara ini berjalan dengan lancar dan meriah. 

Jambore kali ini bertema Kepramukaan. Mulai dari materi kegiatan beserta simbol-simbol yang dipasang menggunakan atribut Pramuka. Afandi (R-Pintar) mengatakan, “Saya sangat senang dengan kegiatan ini, karena ada kolaborasi yang baik antar komunitas dengan komunitas lainnya meskipun mempunyai bidang gerakan yang berbeda. Harapannya semangat kolaborasi ini akan terus tumbuh dan berkelanjutan untuk pendidikan Aceh Utara yang lebih baik.” 

Yudi Heryadi (Ketua Dewan Kerja Cabang Aceh Utara) juga menambahkan, “Pendidikan karakter itu bisa dibentuk di Gerakan Pramuka. Kegiatan Kepramukaan banyak mengajarkan tentang kedisiplinan serta kemandirian anak. Apalagi anak-anak siaga yang dari segi usia lebih mudah dibentuk dari kecil.”[]

Penulis: Andhina Ratri, Pengajar Muda XI Kab. Aceh Utara, Indonesia Mengajar