BANDA ACEH – Peneliti di Pusat Studi Gender dan Anak UIN Ar-Raniry, Harri Santoso, S.Psi., M.Ed., menilai pelaksanaan pendidikan inklusif di Aceh yang telah dirintis pada tahun 2006 hingga hari ini masih belum menunjukkan hasil maksimal.

“Hal ini disebabkan adanya ketidakkonsistenan dan tidak serius menata pendidikan inklusif di Aceh. Sehingga meskipun sudah berjalan kurang lebih 12-13 tahun kita masih belum melihat perubahan yang positif terhadap penerimaan baik guru dan masyarakat terhadap keberadaan penyandang disabilitas di Aceh,” kata Harri Santoso saat diskusi pimpinan Komisi IV DPRK Banda Aceh dengan akademisi Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry terkait pendidikan inklusif di Banda Aceh, belum lama ini.

Diskusi di ruang rapat pimpinan DPRK Banda Aceh itu dipimpin Ketua Komisi IV, Tati Meutia Asmara, S.KH., M.Si., dihadiri anggota Komisi IV dan beberapa staf dewan. Menurut Tati Meutia, diskusi ini bertujuan mencari tahu hambatan, peluang dan strategi pelaksanaan pendidikan inklusif di Aceh khususnya Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh. Sehingga, kata dia, pihaknya akan mencoba mencari solusi sesuai tugas dan fungsi Komisi IV membidangi pendidikan. 

Sebagai informasi, pendidikan inklusif ditujukan bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus untuk mendapatkan kesempatan belajar pada sekolah reguler dengan pelayanan khusus sesuai kebutuhannya. Artinya, pendidikan inklusif menjadi salah satu pilihan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) selain sekolah luar biasa (SLB), tentunya dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan pihak berwenang yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Pihak Komisi IV DPRK Banda Aceh dan akademsi UIN Ar-Raniry menegaskan perlunya upaya yang konsisten dan kolektif dari semua pihak. Tidak saja dinas pendidikan namun juga dinas dan badan lain agar pendidikan inklusif di Aceh berjalan maksimal. Sehingga harapan menjadikan para penyandang disabilitas mandiri dan menjadi subjek pembangunan tidak sebatas mimpi.

Harri mengharapkan pelaksanaan inklusif hendaknya dilakukan evaluasi secara periodik sehingga akan terlihat jelas di mana hambatan, tantangan dan kekuatannya.[](rilis)