REDELONG – Abuya Tgk. H. Sarkawi akhirnya memilih mengambil cuti berobat setelah menerima masukan dan nasihat dari berbagai kalangan setelah ia menyampaikan secara lisan akan mengundurkan diri dari jabatan Bupati Bener Meriah.
“Keinginan Bupati Tgk. H. Sarkawi untuk mundur dari jabatannya sebagai Bupati Bener Meriah terus mendapat tanggapan dari berbagai elemen masyarakat, seperti para ulama baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun ulama yang sudah berkecimpung di tingkat nasional. Ada juga beberapa Menteri, para aktivis pemerhati kemajuan Bener Meriah, para Forum Reje Kecamatan, serta unsur lainnya yang menghendaki Abuya Tgk. H. Sarkawi untuk tetap menjadi Bupati dan membatalkan niat untuk mundur, dan menyarankan untuk mengambil cuti berobat,” bunyi penjelasan Kabag Humas dan Protokol Setda Bener Meriah, Wahidi, S.Pd., M.M., yang dipublikasikan melalui akun Facebook Humas Bener Meriah, Rabu, 27 Mei 2020.

(Kabag Humas Setda Bener Meriah, Wahidi. Foto: Istimewa)
Dalam pernyataan itu yang kemudian turut dikirim Wahidi kepada portalsatu.com, dia melanjutkan, “Seperti yang ramai diberitakan beberapa hari ini di media, baik cetak, online maupun elektronik dalam beberapa hari terakhir, sehubungan dengan pernyataan lisan beliau (Abuya Tgk. H. Sarkawi) selaku Bupati Bener Meriah yang berencana akan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Bupati Bener Meriah dikarenakan ingin fokus berobat atas penyakit yang beliau derita yaitu pada bagian tulang belakang sembari mengurus pesantren yang beliau kelola. Hal ini disampaikan pada saat menyampaikan sambutan sebagai rangkaian kegiatan 'Idul Fitri 1441 H bertepatan pada Tgl. 24/05 Tahun 2020 M di Lapangan Masjid Agung Babussalam Simpang Tiga Redelong. Namun, beliau mendapatkan banyak nasihat, teguran dari semua pihak”.
“Atas hasil semua masukan dan nasihat yang diterima, akhirnya beliau akan mengambil cuti untuk berobat, ini juga termasuk masukan. Anggota DPR-RI yang juga merupakan mantan Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud, mantan Bupati Bener Meriah Ahmadi, S.E., Menteri Agraria/ATR Sofyan Jalil, Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, Wakil Ketua MPR-RI Muhaimin Iskadar serta beberapa anggota DPRK Bener Meriah dan beberap tokoh lainnya, meminta supaya untuk membatalkan niat beliau itu,” tambah Wahidi.
“Sengaja, kehadiran H. Ruslan M. Daud bertemu langsung dengan Bupati Tgk. H. Sarkawi menyampaikan amanah dari Ketua Umum PKB untuk menyemangati dan menasihati Abuya Sarkawi untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas meski dengan penyakit yang saat ini diderita, karena itu adalah ujian dan harus sabar, ikhtiar dan tawakal dalam menghadapinya,” imbuhnya.
Menurut Wahidi, dari semua saran tersebut Bupati menjadikan itu sebagai pertimbangan, sehingga saat ini Abuya Sarkawi mengambil langkah cuti untuk berobat dan juga akan berkonsultasi dengan tim kesehatan. “Nantinya dari hasil medis ini dikonsultasikan lebih lanjut ke pemerintah provinsi dan Kemendagri untuk mengambil suatu keputusan yang tepat”.
“Beragam elemen masyarakat tersebut siap untuk mengawal masa kepemimpinan belaiu sampai akhir masa jabatanya, karena mereka menilai masa kepemimpinan Tgk. H. Sarkawi selama ini sudah cukup baik. Kalau seandainya ada yang pro dan kontra, memang itulah dinamika demokrasi,” pungkas Wahidi.[](rilis)



