Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaAkses Jalur Dua...

Akses Jalur Dua di Kedabuhan Belum Maksimal

SUBULUSSALAM – Akses jalur dua di kawasan Kedabuhan, Kampung Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, belum sepenuhnya ditaati oleh para pengguna jalan terutama truk bermuatan berat.

“Karena kondisi ujung jalan sebelum tanjakan ada ganjalan, di sana juga ada kerusakan sehingga susah saat menaiki tanjakan,” kata warga Kampung Jontor, Kartolin Tumangger, kepada portalsatu.com, Kamis, 24 November 2016.

Ia mengatakan sejatinya akses jalur dua yang menelan anggaran miliar rupiah itu memberikan manfaat kepada masyarakat. Pasalnya, setiap hari warga melewati jalan nasional tersebut dari Subulussalam menuju Medan, Sumatera Utara, atau arah sebaliknya.

Menurutnya sesuai rambu-rambu lalu lintas kendaraan arah Medan menuju Kota Subulussalam harus melewati jalur sebelah kiri. Sementara jalur sebelah kanan dari Subulussalam menuju Medan.

“Namun, karena kondisi jalan sebelah kiri arah Medan-Subulussalam terdapat kerusakan. Sepertinya perencanaan juga kurang bagus, karena kurang memberikan rasa aman, saya saja sering melewati jalur sebelah kanan,” kata Kartolin.

Hal senada disampaikan Bahari. Menurutnya kondisi lubang yang berada di ujung badan jalan sebelah kiri tersebut sangat mengganggu. Apalagi ketika melewati tanjakan tinggi dan menikung kiri sebelum sampai ke puncak.

“Ini karena kondisi tanjakan sangat  tinggi kurang lebih ada sekitar 100 meter jadi harus ambil start dari jauh. Kalau lewat sebelah kiri mana bisa kencang jalan rusak dan berlubang, tidak bisa memacu laju kendaraan karena harus over gigi satu dulu,” kata Bahri Manalu.[]

Baca juga: