JAKARTA – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), sebaiknya singgah di Rohingya sepulang dari Peru.

Hal itu disarankan dalam dialog siang di kabar siang TV One, 24 November 2016.

“Dulu ada jalur diplomasi yang ditempuh JK, dan itu efektif, sebaiknya dilanjutkan segera. Sepulang dari Peru singgah saja ke Yangon, jangan balik ke Indonesia dulu” kata narasumber.

Ia meminta masyarakat untuk tidak megeneralisir kasus pembantaian Rohingya.

“Jangan bilang semua Buddha radikal, tapi itu hanya Buddha di Rakhin, Myanmar (Burma). Di Indonesia ada Buddha, dan mereka menentang pembantaian muslim Rohingya. Begitu juga, di Yangon itu ada muslim dan mereka aman. Kita harus selamatkan orang Rohingya,” katanya.

Menurutnya, setelah Donald Trump menang sebagai presiden AS, militer Myanmar semakin berani membantai Rohingya, karena merasa ada pendikung.

“Namun, Myanmar itu selaku ikut Indonesia, termasuk kebijakan militer, maka besar peluang Indonesia membujuk mereka untuk menghentikan penindasan, JK harus lanjutkan diplomasi itu,” katanya.

Liputan6.com mengabarkan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla atau JK mengakhiri lawatan di Peru, Selasa sore waktu setempat (Rabu WIB), setelah mengikuti rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Asia-Pasifik (APEC) sejak Sabtu, 19 November 2016.

Wapres JK yang didampingi sang istri Mufidah Jusuf Kalla dan rombongan terbatas bertolak dari Bandar Udara Internasional Alejandro Velasco Astete, Cusco, pada Selasa, 22 November 2016, sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Seperti dilansir Antara, setelah menempuh penerbangan selama 1 jam 15 menit, pesawat khusus Kepresiden RI BBJ-2 tiba di Pangkalan Militer Alar 2 di Kota Lima, Peru.

Dari ibu kota Peru itu, Wapres dan rombongan besar bertolak menuju Bandara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat, pada pukul 18.10 waktu setempat yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar delapan jam.

Setelah mengisi bahan bakar, pesawat kepresidenan tersebut melanjutkan perjalanan menuju Indonesia dengan dua kali transit untuk pengisian bahan bakar yang juga berada di wilayah teritorial AS, yakni di Bandara Internasional Honolulu, Hawaii, dan Pangkalan Militer di Guam.

Wapres JK dan rombongan diperkirakan tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat dini hari mendatang.

Turut bersama rombongan Wapres JK dan istri, di antaranya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, dan Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi.[]