BANDA ACEH – Salah satu dosen Universitas Syiah Kuala yang juga sebagai aktivis perempuan dari Balai Syura Ureueng Inong Aceh, Khairani Arifin, menyatakan bahwa angka kemiskinan di Aceh masih tergolong tinggi dan harus menjadi prioritas pemerintah Aceh saat ini.

“Angka kemiskinan masih sangat tinggi di Aceh, padahal Aceh sangat kaya akan sumber daya alamnya. Saya masih banyak melihat rumah-rumah yang tidak layak huni, banyak juga anak-anak yang masih menderita kelaparan, angka kematian ibu masih tinggi, itu semuanya adalah potret kemiskinan,” ujar Khairani kepada portalsatu.com, 23 Maret 2016.

Lebih lanjut, Khairani menyarankan kepada pemerintah bahwa fokus utama saat ini adalah membenahi sektor ekonomi, bukan memfokuskan perhatian kepada hal-hal yang bersifat simbolik saja.

“Saya fikir peningkatan kesejahteraan merupakan hal yang sangat penting bagi pemerintah saat ini, misalnya mengembangkan sentra-sentra ekonomi produktif sehingga bisa membuat semua orang hidup sejahtera.

“Sentra-sentra ekonomi ini nantinya diharapkan akan mampu meningkatkan income masyarakat. Harusnya di sanalah fokus pemerintah saat ini, di sektor ekonomi, jadi bukan pada simbol-simbol saja, tidak mungkin dong daerah dengan sumber daya alam yang kaya begini, tapi angka kemiskinannya tinggi,” kata Khairani.[](tyb)

Laporan: Rizki Mauliady