Aku Jatuh Cinta Lagi, Tapi Entah pada Apa dan Siapa
Tidak kuduga sampai pada persimpangan ini, lagi, di waktu dan tempat yang lain. Setelah tiga puluh tahun.
Dulu, aku tidak melibatkan-Mu, sehingga kurasakan gundah gulana
Kini, aku menyertakan-Mu
Damailah rasaku.
Tidak kuduga sampai pada persimpangan ini, lagi, tapi kini tidak kubawa pena dan kertas, untuk melukiskan ini simpang.
Aku membawa diriku dan kutulislah syair ini, sebagai pengingat bahwa aku pernah di sini dan kini suka citalah aku padanya, berpengharapan antara zaman.
Tidak kuduga sampai pada persimpangan ini,
jika dulu sunyi, kini hiruk pikuk kendaraan. Sementara suara murai tetap terdengar.
Tidak kuduga sampai pada persimpangan ini, pada rasa yang kusangka tidak lagi ada.
Cintaku kembali terjatuh, tumbuh, walaupun tidak kutahu pada siapa dan apa tepatnya.
Mungkinkah aku jatuh cinta pada cinta-Nya.
Ataukah aku mulai mencintai apapun, karena alam ini ada karena cinta-Nya.
Banda Aceh, 2 Mei 2025 / 4 Zulkaidah 1446 H.
Thayeb Loh Angen (Muhammad Thaib bin Sulaiman).




