ACEH UTARA— Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyampaikan apresiasi kepada Tim Elektromedis yang telah bekerja secara intensif mengidentifikasi dan menangani kerusakan berbagai alat kesehatan penunjang di fasilitas pelayanan kesehatan akibat terendam banjir di Aceh Utara.
Tim elektromedis yang bertugas terdiri dari Yuri Trinando Fauzan, Hariyanti, S.St., MT, Fridolin Siahaan, Rifajralnopi Ayuza, dan Syahrial. Kehadiran lima orang tenaga elektromedis dinilai sangat membantu upaya pemulihan layanan kesehatan, khususnya dalam memastikan alat-alat medis yang masih memungkinkan dapat kembali difungsikan untuk pelayanan masyarakat.
Beberapa timbangan balita dan ibu hamil di posyandu yang sempat terendam banjir berhasil diperbaiki dan kembali dapat digunakan.
“Tim juga menemukan sejumlah alat dengan kerusakan berat yang tidak lagi memungkinkan untuk difungsikan, dan perlu dilakukan penggantian,” kata dr. Maidar, M.Kes., penanggungjawab Health Emergency Operational Center (HEOC) Aceh Utara, Ahad, 11 Januari 2026.
Maidar mencontohkan, alat laboratorium di Puskesmas Lhoksukon dilaporkan tidak berfungsi akibat dampak banjir. Meski demikian, beberapa alat sterilisasi masih dapat digunakan kembali setelah dilakukan penggantian komponen tertentu, sehingga pelayanan kesehatan dasar tetap dapat berjalan.
Maidar berharap proses identifikasi dan perbaikan alat kesehatan dapat diselesaikan sebelum tim kembali ke daerah tugas masing-masing.
“Mudah-mudahan sebelum tanggal 18 Januari, seluruh Puskesmas yang terdampak dapat teridentifikasi kondisi peralatannya dan sebagian alat yang masih memungkinkan bisa diperbaiki, supaya pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
PIC Tim Relawan Kemenkes, Hasban, menyampaikan terima kasih atas kontribusi signifikan tim elektromedis selama bertugas di Aceh Utara. Kehadiran mereka sangat membantu dalam pendataan kerusakan alat medis. Karena beberapa alat berhasil diperbaiki, sehingga dapat kembali dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan.
”Tim ini dinilai kompeten, solid, dan bekerja dengan dedikasi tinggi dalam kondisi pascabencana. Selama masa penugasan, mereka telah melakukan identifikasi kerusakan alat kesehatan di sejumlah Puskesmas, antara lain Puskesmas Dewantara, Matangkuli, Baktiya, dan Lhoksukon. Upaya identifikasi dan perbaikan ini diharapkan dapat diperluas ke beberapa Puskesmas lainnya, sehingga layanan kesehatan dapat pulih secara optimal,” ujar Hasban.[](ril)



