BerandaNewsAliansi Mahasiswa Antikekerasan Gelar Aksi di Depan Polda Aceh

Aliansi Mahasiswa Antikekerasan Gelar Aksi di Depan Polda Aceh

Populer

BANDA ACEH – Aliansi Mahasiswa Antikekerasan tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banda Aceh dan Aceh Besar, menggelar aksi damai di depan Mapolda Aceh, Jumat, 28 September 2018, sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka mengecam tindak kekerasan oleh oknum polisi terhadap mahasiswa saat unjuk rasa di Medan, Sumatera Utara, dan Bengkulu, beberapa waktu lalu. Dalam aksi solidaritas tersebut, mahasiswa Aceh juga meminta aparat keamanan di Indonesia, khususnya di Aceh, agar tidak terjadi tindak kekerasan terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi.

Mereka berasal dari BEM Universitas Syiah Kuala, Universitas Serambi Mekkah, UIN Ar-Raniry, Universitas Muhammadiyah (Unmuha), Universitas Iskandarmuda, STKIP BBG Banda Aceh, dan PSDKU Unsyiah Gayo Lues.

“(Aksi) ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Aceh dan tergerak ketika melihat teman-teman mahasiswa di daerah lain mengalami kekerasan yang seharusnya tidak dilakukan oleh pihak kepolisian,” ujar Alfian Rinaldi, koordinator aksi tersebut kepada para wartawan.

Alfian Rinaldi mengatakan, peristiwa di Medan dan Bengkulu, menjadi cermin buruk bagi instansi kepolisian yang tidak memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI.

“Ini bertolak belakang dengan apa yang kita lihat bahwa polisi memukul massa aksi dengan pentungan. Seharusnya pelaku aksi yang anarkis ditindak tegas dengan upaya menangkap pelaku serta untuk menghentikan tindakan anarkis tersebut. Artinya, harus dilakukan secara manusiawi sesuia dengan HAM,” kata Alfian Rinaldi.

Oleh karena itu, kata Alfian Rinaldi, pihaknya meminta kepolisian berkomitmen tidak lagi terjadinya kekerasan terhadap massa yang melakukan unjuk rasa. “Kita meminta Kapolri agar mendesak kepolisian daerah untuk segera menyelidiki kasus tindakan anarkisme oknum polisi yang dilakukan terhadap mahasiswa saat demonstrasi beberapa waktu lalu di Medan,” ujarnya.

“Harus memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi yang terbukti melakukan tindakan represif,” kata Alfian Rinaldi. 

Dalam aksi itu, mahasiswa juga mengajukan petisi kepada Polda Aceh. Mereka disambut Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar, S.H., yang kemudian menandatangani petisi mahasiswa tersebut. Setelah itu, ratusan mahasiswa membubarkan diri dari lokasi aksi.[] 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya