LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Aceh Utara, Fadli Zainal, S.T., dilaporkan meninggal dunia saat tidur siang di sebuah hotel di Jakarta Pusat, Rabu (kemarin). Jenazah guru karate itu kemudian dimakamkan di tempat tinggal mertuanya di Jakarta Timur, Kamis, 11 Februari 2016.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Fadli Zainal bersama lima anak didiknya berangkat dari Lhokseumawe ke Jawa Tengah, Rabu. Mereka akan mengikuti Kejurnas Open Karate di Purwokerto. Akan tetapi, mereka transit di Jakarta Pusat, dan check in di sebuah hotel kawasan Senen, sekitar pukul 11.00 WIB.

“Beliau (Fadli) tidur satu kamar dengan Sukoco (manajer tim karate Aceh Utara). Saat hendak dibangunkan oleh Sukoco, badan beliau sudah terasa dingin saat dipegang, akhirnya diketahui beliau sudah meninggal dunia,” ujar Agustiar, Wakil Sekretaris KONI Aceh Utara saat dihubungi, Kamis siang.

Mengutip keterangan Sukoco, Agustiar menyebut Fadhli Zainal diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Pasalnya, pelatih karate itu menghembuskan nafas terakhir secara tiba-tiba. Keterangan itu juga diperoleh Samsul Yusuf, Ketua Pengcab FORKI Lhokseumawe dari anak kandung almarhum Fadhli Zainal.

Menurut Samsul Yusuf dan Agustiar, Fadhli Zainal adalah putra Langsa yang kemudian berdomisili di Lhokseumawe lantaran menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Aceh Utara. Fadhli, kata Agustiar, pernah bertugas di Bappeda Aceh Utara. 

“Terakhir beliau menjabat Kabid Pertambangan Dinas Pengairan dan ESDM Aceh Utara sampai mengambil pensiun. Saat Pilkada lalu, beliau pulang ke Langsa dan menjadi salah satu calon wali kota,” ujar Agustiar.

Pada Pilkada Langsa 2012, Fadli Zainal, S.T., berpasangan dengan T. M. Yusuf, S.E. Mereka salah satu pasangan calon dari jalur perseorangan yang mengantongi nomor urut 7. 

Menurut Agustiar, almarhum Fadli Zainal meninggalkan seorang istri dan tiga anak. “Jenazah beliau tidak dibawa pulang ke Aceh, karena keluarga memilih memakamkan almarhum di tempat tinggal mertuanya di Jakarta,” katanya.

Semasa hidupnya, Fadhli Zainal dikenal sangat baik di kalangan masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara, juga teman-teman maupun mantan anak didiknya. Itu sebabnya, teman-temannya akan menggelar doa dan zikir bersama. “Kami akan menggelar tahlilan di Lhokseumawe, rencana malam Minggu nanti,” ujar Samsul Yusuf yang juga pelatih karate di Lhokseumawe.

Masriadi, salah seorang mantan anak didik Fadhli Zainal menyimpan kesan teramat bermakna dengan sang guru karate yang dikenal murah hati itu. “Saya sempat ditanggung makan oleh Bang Fadhli selama satu bulan, dulu,” katanya.

“Saya mewakili anak didiknya mengucapkan turut berduka cita, semoga amal ibadah Bang Fadhli diterima di sisi-Nya,” ujar Masriadi.[](idg)