Tanpa terasa kita akan bertemu lagi dengan 15 Sya’ban (Syakban) atau sering disebut nisfu Syakban. Sebagian dari kita sudah mengetahui dari guru dan ulama yang menyebutkan bahwa malam nishfu Syakban merupakan malam penuh rahmat dan ampunan.
Sudah sepatutnya kita bertaubat dan menjauhi kemaksiatan dalam malam tersebut. Terlebih lagi ada beberapa riwayat yang menyebutkan pengecualian terhadap beberapa pelaku kemaksiatan yang bertaubat sehingga mendapatkan keampunan pada malam tersebut.
Sangat banyak amalan para ulama dalam memuliakan bulan tersebut. Beberapa amalan-amalan shalih yang dapat dilakukan pada malam nishfu Syakban sebagaimana disebutkan oleh para ulama, antara lain:
Pertama, salat sunah tasbih. Para ulama menyebutkan bahwa yang lebih utama pada malam nisfu Syakban adalah melaksanakan salat tasbih yang diajarkan Nabi SAW kepada paman beliau Sayyidina ‘Abbas ra. Jumlah rakaat empat dengan dua kali salam, yang dilaksanakan malam hari. Boleh sekali salam, dilaksanakan salat siang hari.
Kedua, salat sunah awwabin. Imam al-Zabidy mengatakan bahwa para ulama khalaf mewarisi rutinitas ibadah pada malam nisfu Syakban dari para ulama sebelumnya dengan melaksanakan salat enam rakaat setelah salat Magrib, setiap dua rakaat satu kali salam. Setiap rakaat dibaca surah al-Fatihah dan al-Ikhlas enam kali.
Setiap selesai dari dua rakaat dilanjutkan dengan membaca surah Yasin, kemudian membaca doa nisfu Syakban yang masyhur. Pembacaan surah Yasin kali pertama, diniatkan supaya Allah SWT memberikan keberkahan umur. Saat kali kedua, meminta keberkahan rezeki, dan kali ketiga berdoa agar diberikan husnulkhatimah.
Amalan ini masyhur disebutkan dalam kitab-kitab ulama sufi muta-akhirin, walaupun beliau belum menemukan dalil yang shahih dari hadis untuk amalan tersebut. Namun, amalan tersebut diamalkan oleh para guru Imam al-Zabidi pada masa itu.
Imam Muhammad Zaki Ibrahim memberikan keterangan tentang salat tersebut, “Adapun perbuatan yang biasa di lakukan manusia berupa shalat enam rakaat pada beberapa waktu di antara Maghrib dan ‘Isya, maka sungguh terdapat beberapa hadits tentang kesunnahan shalat enam rakaat ini. Maka apabila hamba bertawasul kepada Allah SWT dengan shalat tersebut untuk mengharapkan mendapat manfaat dan dijauhkan mudharat, maka tawasul ini adalah tawasul kepada Allah SWT dengan amalan shalih yang tidak ada pertentangan tentangnya. Sebagaimana halnya shalat tersebut merupakan bagian dari shalat hajat dalam waktu tersendiri yang disepakati keshahihannya oleh sekalian ulama. Pada dasarnya, shalat enam rakaat tersebut dinamakan shalat Awwabin”.
Ketiga, membaca surah Yasin tiga kali setelah salat Magrib dan berdoa setelahnya. Pada bacaan kali pertama diniatkan supaya Allah SWT memberikan panjang umur beserta diberikan taufik untuk taat. Saat bacaan kali kedua diniatkan supaya dijauhkan dari segala bala dan diberikan rezeki halal yang banyak.Pada bacaan kali ketiga diniatkan tidak tergantung hidupnya kepada orang lain dan diberikan husnulkhatimah. Setiap kali selesai membaca surah Yasin dilanjutkan dengan membaca doa nisfu Syakban yang masyhur seperti tertera dalam kitab Majmuk Syarif.[]



