LHOKSEUMAWE – Kabar tentang satu mobil ambulans RSU Cut Meutia hilang di rumah sopir sampai ke telinga anggota DPRK Aceh Utara Ismed Nur AJ Hasan. Ia menilai kejadian itu aneh karena belum pernah terjadi kendaraan operasional medis itu dicuri.
Ini aneh, setahu saya belum pernah terjadi. Bagaimana bisa ambulans dibawa pulang ke rumah sopir, selanjutnya dilaporkan ke polisi hilang. Ini ada yang salah, polisi harus mengusut perkara hilangnya aset publik tersebut, kata anggota Komisi E (Bidang Kesehatan) DPRK Aceh Utara itu, Jumat, 3 November 2017.
Ismed menilai yang paling bertanggung jawab terkait raibnya ambulans adalah sopir, karena membawa ke rumah kendaraan operasional medis yang seharusnya tetap berada di rumah sakit. Ia meyakini, imbas dari hilangnya ambulans, proses rujuk pasien ke luar daerah semakin terkendala, karena Aceh Utara masih kekurangan armada ambulans.
Saya benar-benar heran, kenapa sampai dibawa (ke rumah) dan hilang. Tapi saya yakin, polisi akan mengusut tuntas kejadian memalukan itu dan menangkap pelakunya, ujar Ismed.
Ismed juga meminta manajemen rumah sakit milik Pemkab Aceh Utara itu agar benar-benar menjalankan SOP rumah sakit dengan baik, termasuk terhadap sopir dan kendaraan operasional. Jangan biarkan ambulans sampai dibawa pulang ke rumah, sehingga pasien emergency bisa diangkut tanpa harus mencari ambulans datang ke rumah sakit, pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, satu unit ambulans milik RSU Cut Meutia dilaporkan hilang di rumah sopirnya di Gampong Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Diduga mobil itu hilang pada tengah malam, karena kejadian itu diketahui saat Sulaiman, sopir bangun pagi dan melihat ambulans yang diparkirkan di halaman rumah tidak ada lagi.
Kejadian itupun akhirnya dilaporkan Sulaiman dan manajemen rumah sakit milik pemerintah daerah itu ke Polres Lhokseumawe.[]



