BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, S.E., Ak.M.M., Senin (7/8/2017) melakukan pertemuan dengan unsur Perbankan di Balai Kota. Hadir juga Kepala BI Aceh Ahmad Farid bersama perwakilan dari sejumlah bank seperti BRI, CIMB Niaga, BNI, BSM, My Bank, Bank Aceh, dan lainnya.

Dalam pertemuan ini, Aminullah memaparkan sejumlah program kerja Pemerintah Kota Banda Aceh, seperti di sektor wisata, kebersihan, dan keindahan kota.

“Saya pikir sektor wisata kita sangat menjual, terutama wisata islami. Kami minta teman-teman dari Perbankan dapat mendukung karena potensinya sangat besar,” ujar Aminullah saat menyampaikan paparannya dalam forum pertemuan tersebut.

Menurut Amin, kalau Pemko dan Perbankan dapat menggenjot sektor wisata di Banda Aceh, akan diikuti dengan pergerakan ekonomi masyarakat karena wisata dengan kuliner, kerajinan tangan, transportasi, penginapan, hingga jasa lainnya tidak dapat dipisahkan.

“Artinya ini akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat kita. Pengrajin, pelaku seni, hingga tukang becak akan merasakan dampak dari kemajuan wisata ini nantinya,” tambah Amin.

Karenanya, wali kota yang juga Ketua Masyarakat Ekonimi Syari’ah (MES) Aceh ini meminta pihak Perbankan untuk mendukung usaha mikro dan menengah sebagai jalur cepat mewujudkan kesejahteraan warga kota.

“Wisata dan usaha mikro harus berjalan seiring. Ini butuh dukungan Perbankan dalam membantu usaha mikro dan menengah,” pinta Aminullah.

Dalam kesempatan tersebut, Aminullah juga mengatakan akan membangun sebuah pusat zikir terbesar di Indonesia dan akan menjadi ikon baru Kota Banda Aceh. Bangunan yang akan menampung 20 ribu jamaah ini diyakini akan mempercepat kemajuan wisata islami di Banda Aceh.

“Kami berencana akan membangun pusat zikir terbesar yang mampu menampung jamaah 20 ribu orang. Ini akan menjadi ikon baru Banda Aceh ke depan dan daya tarik bagi wisata islami,” ungkap Aminullah.

Katanya, bangunan tersebut diperkirakan menelan dana sekitar 200 M dan akan dibangun di pinggir pantai.

Selain itu, Amin juga mengungkapkan akan membangun sejumlah tugu dan pintu gerbang di Banda Aceh. Pintu gerbang direncanakan akan dibangun di Simpang Dodik, Batoh, dan Lueng Bata sebagai bangunan yang menandakan tamu telah memasuki kota Banda Aceh. Untuk pintu gerbang dan tugu yang akan dibangun, Aminullah menawarkan kepada pihak Perbankan. Untuk diketahui, sejauh ini ada tugu di Banda Aceh yang telah dibangun oleh pihak Perbankan, seperti tugu Simpang Lima yang dibangun oleh Bank Bukopin.

Aminullah mengajak pihak Perbankan dapat mendukung sejumlah program pembangunan Kota Banda Aceh dengan dana corporate social responsibility yang mereka miliki.

Dalam kesempatan tersebut, Aminullah juga menyampaikan rencana program penanganan sampah yang akan dijalankannya dan meminta Perbankan dapat membantu armada truk pengangkut sampah.

Perbankan Sambut Positif Program Pemko

Kepala BI Perwakilan Aceh, Ahmad Farid mewakili pihak perbankan menyambut positif terkait program-program yang disampaikan Wali Kota Banda Aceh. Katanya, selama ini pihaknya terus berupaya memberi kontribusi untuk pembangunan Kota Banda Aceh.

“Kita terus berupaya memberi kontribusi untuk pembangunan kota,” ujar Ahmad Farid seraya mengatakan setiap ada program dan wacana dari Pemerintah Kota Banda Aceh terkait pembangunan yang akan dikerjasamakan dengan pihak perbankan disarankan segera mengajukan proposal dan pihaknya akan mempelajari untuk ditindaklanjuti.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Farid dan perwakilan dari sejumlah bank juga menyampaikan beberapa masukan yang diminta oleh wali kota terkait dengan program-program yang berdampak pada peningkatan perekonomian warga kota.[] (*sar)