Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaNewsAmnesti Din Minimi,...

Amnesti Din Minimi, Ketua Timwas Intelijen: Perlu Melihat Latar Belakang Serta Proses

JAKARTA – Tim Pengawas (Timwas) Intelijen DPR tak akan memasang target kerja soal pengawasan terhadap kegiatan intelijen negara.

Ketua Timwas Intelijen, Mahfudz Siddiq mengatakan target kerja justru akan menjebak Timwas pada potensi kekeliruan dan kesalahan untuk bekerja. Tim hanya akan bekerja sesuai dengan amanat yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen.

“Kalau dilihat UU dan peraturan DPR, Timwas ini bekerja secara tertutup dan dia efektif manakala ada hal-hal yang khusus,” ujarnya di kompleks parlemen Senayan, Kamis (28/1).

Politikus PKS itu menjelaskan, yang dimaksud hal khusus adalah ketika dalam pengawasan, tim ini memandang perlu ada informasi yang lebih mendalam tentang penyelenggaraan kegiatan intelijen.

Misalnya, kata Mahfudz, usulan amnesti yang akan diberikan pada Din Minimi. Dalam kasus ini, Tim merasa perlu untuk mengetahui latar belakang serta proses sehingga usulan amnesti ini muncul. Atau misalnya contoh kedua, yaitu soal indikasi penyalahgunaan kewenangan, atau pelanggaran perundang-undangan yang dilakukan oleh intelijen. Baik secara kelembagaan atau secara oknum. Meskipun, hal ini tidak diinginkan oleh semua pihak.

Mahfudz mengatakan, hal pertama yang akan dilakukan oleh Timwas adalah sosialisasi UU Nomor 17 tahun 2011 dan tata tertib DPR tentang cara kerja Timwas. Jadi, seluruh pihak akan memahami kerja-kerja yang dilakukan oleh Timwas.

Selanjutnya, Timwas akan menjalin pertemuan dengan seluruh lembaga yang menyelenggarakan kegiatan intelijen untuk menyamakan pemahaman. Seperti diketahui lembaga yang melaksanakan kegiatan intelijen bukan hanya Badan Intelijen Negara (BIN), tapi juga institusi penegak hukum lain seperti Kepolisian, Kejaksaan, TNI maupun kementerian/ lembaga pemerintah nonkementerian.

“Itu penting, agar masing-masing pihak ada standing position dan punya Tupoksi secara baik,” tegasnya.[] sumber: republika.co.id

Baca juga: