ANKARA – Kantor berita Negara Turki, Anadolu Agency, memindahkan markas besar departemen pemberitaan Timur Tengahnya ke Yerusalem Timur dari ibu kota Lebanon, Beirut.
Anadolu Agency memutuskan untuk memindahkan departemen pemberitaan Timur Tengahnya ke kawasan yang diduduki Israel, setelah perkembangan terakhir, dimana berkaitan dengan aktivitas media tersebut sebagai salah satu kantor berita di dunia yang paling berpengaruh.
Anadolu akan semakin memperkuat kinerjanya di Timur Tengah di 2018, yang langsung diarahkan dari kota suci, pusat dari agama dan politik.
Departemen pemberitaan Timur Tengah – yang bekerja di bawah departemen berita internasional—menyiarkan ragam berita dari kantor-kantor di Moroko, Algeria, Libya, Tunisia, Palestina, Israel,Lebanon, Yordania, Irak, Iran, Saudi Arabia, UEA, Qatar,Kuwait, Bahrain, Oman dan Yaman.
Kota suci Yerusalem di Timur Tengah, menjadi pusat perhatian setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menambah ketegangan di kawasan tersebut, dan ketika Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik di Timur Tengah, dengan warga Palestina yang berharap bahwa kawasan timur Yerusalem – yang sudah diduduki Israel sejak 1967 – suatu hari akan menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka.[]Sumber:anadolu agency


