SUBULUSSALAM – Ibu kandung M. Disal, Saniah (66), berharap bantuan anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman akrab disapa Haji Uma, membantu proses pemulangan anaknya yang saat ini sakit parah di Malaysia. Saniah tidak memilik biaya untuk membawa pulang M. Disal (28) ke kampung halaman di Desa Jambo Keupok, Aceh Selatan.

"Tolang sampaikan sama Pak Haji Uma, tolong kami, pak. Kami orang miskin, pak, tidak ada uang, bantu kami, pak, bawa anak kami pulang," kata orangtua Saniah yang sampaikan melalui Kepala Desa Jambo Keupok, Istarab, kepada portalsatu.com/, Rabu, 15 Januari 2020.

Istarab mengaku telah dihubungi LO (penghubung) Haji Uma menanyakan tentang kondisi M. Disal yang saat ini sakit parah di Malaysia. LO Haji Uma, kata Istarab, juga akan mengomunikasikan masalah itu dengan Dinas Sosial Aceh.

“Tadi ada LO Haji Uma nelpon, minta nomor kontak yang bisa dihubungi di Malaysia, masalah ini katanya juga akan dikoordinasikan ke Dinas Sosial Aceh,” kata Istirab.

Sebelumnya diberitakan, M. Disal (38), warga Desa Jambo Keupok, Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan, saat ini berada di Dengkil Kampung Haji, Malaysia dilaporkan sedang mengalami sakit parah. 

Kondisi fisiknya dilaporkan semakin menurun, ia tampak mengunakan pembalut (pempes) akibat fisiknya tidak kuat jika terlalu sering ke kamar mandi. M. Disal terlihat berada di salah satu ruangan, tidur beralaskan karpet plastik, dibalut satu lembar selimut.

Keluarga M. Disal di Aceh Selatan ingin memulangkan anggota keluarga mereka ke  kampung halaman, namun terkendala masalah ekonomi. Kondisi keluarga M. Disal di kampung berasal dari keluarga miskin, mereka tidak memiliki uang untuk membantu proses pemulangan M. Disal.

"Kondisi keluarganya di kampung warga kurang mampu, mereka tidak punya biaya untuk membawa pulang M. Disal ke Aceh," kata Istarab kepada portalsatu.com/, Selasa malam.

Sementara M. Disal sendiri, kata Istarab  sudah mulai pasrah dengan kondisi sakit yang sedang ia alami. Selain mengetahui kondisi ekonomi ke keluarga di kampung, kondisi kesehatannya juga semakin menurun. 

Dalam percakapan dengan kerabatnya, M. Disal mengaku sudah iklas jika pun tak bisa pulang ke kampung halaman.

“Dia sudah pasrah, cuma kita coba kasih tetap semangat, semoga cepat sembuh. Dia bicara saja susah kali, seperti tidak ada tenaga,” kata Istarab menceritakan kondisi kesehatan M. Disal saat berbicara via WhatsApp dengan yang bersangkutan.

Istarab berharap bantuan kaum dermawan untuk proses pemulangan M. Disal ke Aceh Selatan. Sementara pihak keluarga cuma bisa pasrah dan berdoa semoga M. Disal cepat sembuh dan bisa kembali ke kampung halaman, untuk berkumpul kembali dengan keluarga.[]