LHOKSEUMAWE – Ada kejadian tak biasa saat digelar sidang paripurna penyerahan KUA-PPAS 2017 di gedung DPRK Lhokseumawe, Kamis, 16 Februari 2017, malam. Biasanya, banyak pejabat Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) “keluar masuk” ruang sidang. Akan tetapi, malam itu, semua mereka tampak duduk manis sampai akhir sidang paripurna.
Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe Suryadi pun mengeluarkan pernyataan sindiran di akhir siding paripurna itu. “Malam ini aneh, Bapak-Bapak Kepala Dinas tidak ada yang keluar dari ruang sidang. Biasanya baru setengah jalan sidang sudah kosong. Apa karena rindu Bapak Wali Kota Suaidi Yahya setelah habis masa cuti kampanye atau kenapa? Jangan takut Pak, Pak Wali masih seperti biasa,” sindir Suryadi disambut gelak tawa peserta sidang paripurna tersebut.
Seorang staf Sekretariat DPRK yang duduk dekat wartawan di ruangan itu lantas berkata, “Itu kode Pak, itu kode”.
Kejadian unik yang tak lazim juga terlihat usai sidang paripurna DPRK. Para pejabat dinas/SKPK seperti tak berani beranjak dari tempat duduk untuk keluar, padahal sidang sudah ditutup. Mereka baru berbondong-bondong keluar setelah Wali Kota Suaidi Yahya berjalan meninggalkan ruangan di lantai tiga itu dan turun ke lantai dasar.
Pejabat Pemko Lhokseumawe yang tampak mengikuti sidang paripurna DPRK antara lain, Sekda Bukhari, para Asisten Setda, Dedi Irfansyah (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Irsyadi (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah), Dr. Iskandar AP (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong), Drs. Ishaq Rizal, M.Si. (Kepala Dinas Perhubungan), Halimuddin (Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah), dan Rusli (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan).
Diberitakan sebelumnya, saat penyampaian KUA-PPAS 2017, Wali Kota Suaidi Yahya mengatakan rencana pendapatan senilai Rp882 miliar lebih, dan belanja daerah Rp 823 miliar lebih, sehingga surplus Rp58,9 miliar lebih yang digunakan untuk pembiayaan. (Baca: Akhirnya, KUA-PPAS 2017 Diserahkan ke Dewan)[]


