BLANGKEJEREN – Penanganan jalan lintas Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Timur paska banjir masih sangat memprihatinkan, selain banyak jalan yang rusak dan putus total, jembatan Pintu Rime di Kecamatan Pining junga belum dibangun.

Salah seorang warga Kecamatan Pining, Abu Samah, Senin 8 Juni 2026, mengatakan Pemerintah Aceh harus segera membuka mata untuk menagani jalan lintas Provinsi di Kabupaten Gayo Lues.

“Kepada bapak Gubernur Aceh dan Kepala Dinas PUPR Aceh, tolong percepat penanganan jembatan Pintu Rime di Kecamatan Pining yang menghubungkan Gayo Lues-Aceh Timur, saat ini hanya jembatan gantung darurat yang menjadi akses kami. Jika ini terus berlanjut, maka ekonomi kami akan terus terpuruk,” katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, Abu Samah mengatakan bahwa PUPR Aceh bekerjasama dengan TNI untuk membangun jembatan permanen Pintu Rime, tetapi hingga hari ini belum dimulai pengerjaan pembangunan jembatan tersebut.

Terhambatnya pegerjaan jembatan itu lantaran PUPR Aceh belum berkoordinasi dengan pihak TNI. Padahal material jembatan itu sudah disiapkan TNI sejak Sebulan yang lalu, dan sulitnya berkoordinasi antara TNI dan PUPR Aceh menjadi penyebab terhambatnya pengerjaan jembatan Pintu Rime tersebut.

“Saat ini warga Kecamatan Pining sangat tersisih dari dunia moderen, akses dari Kecamatan Pining ke Aceh Timur putus total, akses dari ke Camatan ke Ibukota Gayo Lues hanya bisa menggunakan kendaraan roda Dua, itupun banyak jalan yang masih sulit dilintasi,” ujarnya.

Jika memang PUPR Aceh bekerjasama dengan pihak TNI, warga meminta agar PUPR Aceh segera berkoordinasi dengan pihak TNI, jangan sampai karena keegoisan pejabat PUPR Aceh menjadi terhambatnya pengerjaan jembatan tersebut yang merugikan masyarakat.

Camat Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues, Win Zulfian, membenarkan pernyataan warga tersebut, saat ini hanya jembatan darurat yang menjadi akses satu-satunya untuk menuju Kecamatan pining.

“Jalan lintas Provinsi dari kota Blangkejeren menuju Kecamatan Pining bisa dilintasi meskipun ada yang rusak parah, dari Kecamatan Pining menuju Aceh Timur masih putus total,” katanya.

Sementara untuk jembatan Pintu Rime, Camat Pining mengatakan saat ini hanya menggunakan jembatan gantung darurat, dan kendaraan roda Empat belum bisa melintas.

“Warga Kecamatan Pining sangat berharap kepada bapak Gubenur Aceh dan Dinas PUPR Aceh agar mempercrpat pembangunan jembatan Pintu Rime, sehingga ekonomi warga bisa segera pulih,” katanya.[]