BLANGKEJEREN – Anggota DPRK Gayo Lues mempertanyakan realisasi APBK 2021 yang sejak Januari hingga awal Maret ini belum cair anggaran kegiatan, kecuali gaji.
Pertanyaan itu disampaikan Anggota DPRK Gayo Lues dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Drs. H. Abdul Karim, Selasa, 2 Maret 2021. Dia menyebut pemerintah daerah saat ini hanya mencairkan gaji, sedangkan pembiayaan lainya belum direalisasikan meskipun pemerintah pusat setiap bulan mentransfer Dana Alokasi Umum (DAU).
“Tahun anggaran sudah memasuki bulan Maret, namun APBK Gayo Lues belum ada tanda akan cair. Pengaruh realisasi anggaran pemerintah terhadap geliat ekonomi masyarakat sangat tinggi. Sehingga dengan belum cairnya anggaran sangat berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan,” kata Abdul Karim melalui pesan WhatsApp.
Berdasarkan pantauan anggota dewan ini, kondisi di Pajak/Pasar Terpadu Buntul Tajuk Blangkejeren sangat memprihatinkan karena terlihat sepi ketika jam menunjukan pukul 10:00 WIB. Kegiatan rutin di pajak pagi itu sangat berbeda dengan kondisi saat anggaran Pemda sudah cair, pedagang dan pembeli tampak sibuk melakukan aktivitas hingga siang hari.
“Peran APBK sebagai lokomotif ekonomi di Gayo Lues sangat menentukan. Maka Pemkab harus segera membuka keran anggaran,” ucap Abdul Karim.
Sekda Gayo Lues, Ir. Rasyidin Porang, Rabu, 3 Maret 2021, mengatakan belum dicairkannya anggaran lantaran saat ini menggunakan aplikasi baru, dan tahapan penatausahaanya masih ada yang belum sempurna.
“Tapi kita sudah berupaya, mungkin dalam minggu ini Uang Persediaan (UP) sudah bisa dicairkan, tergantung SKPK yang melengkapi persyaratan pencairan UP itu sendiri. Memang dari Januari hingga bulan ini yang kita realisasikan hanya gaji,” kata Rasyidin Porang melalui pesan WhatsApp.[]
Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Tersangka Kasus Tulang Satwa Dilindungi, Ini BB Disita




