IDI RAYEK – Anggota komplotan bersenjata dibawah komando Nurdin Bin Ismail alias Din Minimi mengucap terimakasih banyak kepada semua pendukungnya yang telah bekerjakeras selama ini yang membuat hati mereka luluh untuk kembali lagi ketengah- tengah masyarakat.
Hal ini diungkap oleh salah satu anggota Din Minimi, Hanafiah Safari alias Nek Fiah Pase saat ditemui portalsatu.com di gampong Ladang Baro kecamatan Julok, Sabtu, 2 Januari 2016.
Tidak ada kata- kata yang dapat kami balas, ini sangat sangat kami berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu kami sekian lama, hingga kami hari ini sudah kembali lagi kemasyarakat dengan selamat, ujar Nek Fiah.
Menurut Nek Fiah, sekian lama kelompoknya telah beraksi menuntut keadilan banyak suka dan duka yang dialami oleh pihaknya, bahkan ia mengakui apa yang telah dia lakukan menjadi nyawa sebagai taruhannya.
Soal suka dan duka kami pasti ada. Di dalam kelompok kami ibarat satu keluarga, meunyoe kamoe pajoh bu ngon sira mandum ngon sira, meunyoe kamoe eh lam ujeuen mandum eh lam ujeen hana yang beda, dan sampe nyawong kamoe rela demi perjuangan mita keadilan, kata pria yang mengakui dirinya asal Geuredong Pasee itu.
Nek Fiah menyebut kan dirinya tidak ingin berpisah dengan pimpinannya yaitu Din Minimi. Menurutnya Din Minimi merupakan sosok yang mudah diajak komunikasi dan adil dalam memimpin.
Adak jeut kamoe hana tem meupisah dengon Abu, karena kalong tuoh kiban kesetiaan gob nyan keu teuntra- teuntra, nyan yang han ek long pike, ujar Nek Fiah lagi.
Nek Fiah juga menyebutkan apapun yang diperoleh kelompoknya saat ini tidak terlepas dari dukungan dan doa dari anak-anak yatim yang mebuat semangatnya dalam turun mencari keadilan.
Kamoe terimong gaseh yang that lambong keu mandum-mandum masyarakat, dan mandum-mandum aneuk yatim yang ka medoa keu kamoe sehingga kamoe kaseulamat lage nyoe rupa, ucap Nek Fiah.
Dia mengakui dirinya salah satu anggota Din Minimi yang sampai saat ini belum pernah berjumpa dengan keluarganya selama kelompoknya memutuskan untuk menenteng besi tua itu.
Saya berjanji sebelum perjuangan kami selesai saya telah memutuskan untuk tidak ingin berjumpa dengan keluarga dulu, ini janji saya saat saya pertama kali angkat senjata, tapi hari ini saya tetap bersama pang lima dulu sampai diberi keputusan yang terbaik untuk kami, katanya.[] (tyb)

