BANDA ACEH – Anggota DPR RI asal pemilihan Aceh, H. Irmawan, S.Sos, mengatakan konsep pembangunan harus ada pemetaan yang sesuai dengan potensi daerahnya. Hal ini supaya pembangunan yang dilakukan tidak terkesan cilet-cilet.

“Yang dimaksud pembangunan Aceh itu adalah pembangunan Aceh secara menyeluruh, bukan pembangunan yang sedikit di sana-sini,” kata Irmawan kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Minggu malam, 26 Juli 2015.

Pemetaan pembangunan dan fokus tersebut pernah disampaikan kepada Pemerintah Aceh semasa Irwandi-Nazar. Kala itu, Irmawan adalah anggota DPR Aceh, namun tidak dilaksanakan.

Menurutnya, pemetaan diperlukan agar anggaran pembangunan lebih fokus dan terarah. Seperti potensi kopi di Aceh Tengah, misalnya. Harusnya, kata dia, anggaran itu dikucurkan untuk keperluan pengembangan kopi dari pasar bila harga kopi turun.

“Tapi tidak dilakukan, sehingga sekarang tidak terasa apabila dalam hal kopi ini ada konstribusi total dari Pemerintah Aceh. Harusnya pemetaan dilakukan supaya diketahui potensi masing-masing daerah, dan anggarannya bisa fokus hingga tuntas,” kata Juru Bicara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR-RI ini.

Irmawan lantas mencontohkan pada masa itu ada daerah yang berkali-kali dibangun insfrastrukturnya, sementara di daerah lain tidak. Sekarang hasilnya, pembangunan di daerah itu juga tidak bermanfaat sementara daerah lain juga tidak terbangun.

“Jadi sebaiknya ada pemetaan potensi untuk memfokuskan anggaran, jangan lagi ada lagi cilet-cilet,” kata Irmawan.[](bna)