KARANG BARU – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPR Aceh Asrizal H. Asnawi, menyatakan kesiapannya untuk maju pada pilkada Aceh Tamiang 2017 mendatang.

Melalui keterangan tertulis yang diterima portalsatu.com, Asrizal mengatakan keinginannya untuk maju semata-mata karena prihatin dengan kondisi kabupaten tersebut.

“Saya prihatin dengan segudang masalah yang dihadapi rakyat Tamiang hari ini, mulai dari susahnya lapangan kerja bagi masyarakat, pembangunan yang belum maksimal, infrastruktur pertanian kalau kita lihat juga masih belum sesuai harapan, belum lagi anak-anak muda kurang mendapatkan pembinaan yang baik dari pemerintah daerah, sehingga banyak di antara mereka ini terjurumus dalam dunia narkoba. Saya sebenarnya mengapresiasi kepemimpinan bupati saat ini, hanya saja barangkali beliau belum maksimal menyelesaikan persoalan ini,” kata Asrizal, Kamis, 28 April 2016.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Aceh ini mengaku, dalam beberapa bulan terakhir ini ia mendapat banyak pesan dan telepon dari berbagai lapisan masyarakat Aceh Tamiang yang memintanya maju pada pilkada nanti.

“Kemudian kalau saya pulang ke Tamiang, masyarakat banyak mendesak saya untuk maju, jadi keinginan maju ini sebenarnya bukan keinginan pribadi saya, tetapi ini lebih kepada soal keterpanggilan dan lebih kepada soal tanggung jawab saya saja untuk mengiyakan keinginan masyarakat Tamiang. Tentu akan menjadi beban moral yang luar biasa kalau saya kemudian tidak mengiyakan keinginan tadi.”

Wakil Ketua KNPI Aceh Tamiang ini juga menyampaikan, keinginan itu bukan karena ia haus kekuasaan. Namun ia ingin kehadirannya di Aceh Tamiang bisa melanjutkan pembangunan positif yang sudah digagas oleh bupati dan wakilnya yang sekarang. Meskipun kata dia, masih banyak sisi kekurangannya.

“Aceh Tamiang ini kalau kita mau jujur punya banyak sekali potensi yang dimilikinya, lahan sangat luas tetapi belum dimamfaatkan secara optimal. Belum lagi masyarakat hari ini menjadi tamu di rumah sendiri, yang memanfaatkan sumberdaya Tamiang itu justru cukong-cukong, bahkan keberadaan beberapa perusahaan banyak merugikan masyarakat sekitar.”

Asrizal mencontohkan, perusahaan-perusahaan kelapa sawit membuang limbah sembarangan yang berakibat pada rusaknya tanaman warga sekitar. Belum lagi adanya aksi klaim lahan milik warga oleh perusahaan.

“Makanya saya maju untuk bupati ini ingin menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Bagaimana misalnya membangun daerah tanpa merusak lingkungam, kemudian menjadikan perkebunan yang ramah terhadap lingkungan dan tidak mengganggu ekosistem di dalamnya,” kata pengusaha bidang pertanian dan perkebunan ini.[](ihn)