Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaAnggota DPRA Kecewa...

Anggota DPRA Kecewa Jawaban Gubernur Dibacakan Wagub Aceh

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh merasa kecewa terhadap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang tidak hadir dalam rapat paripurna mendengarkan jawaban gubernur terhadap hak interpelasi dewan terkait sejumlah permasalahan, di Gedung DPRA, Kamis, 28 Juni 2018.

Rapat paripurna istimewa dipimpin Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin. S.Sos.I., dihadiri Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mewakili Gubernur Aceh. Turut hadir sejumlah Kepala SKPA, dan unsur Forkopimda Aceh.

“Kalau seandainya kami dari lembaga DPRA dengan eksekutif tidak ada kesepahaman, langsung kami pending,” kata Aisyah, anggota Komisi VI DPRA, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Gubernur Irwandi.

Aisyah menilai tindakan Gubernur Irwandi menyerahkan naskah jawaban untuk dibacakan Wagub Nova dalam rapat paripurna DPRA tersebut kurang tepat. Sebab, kata dia, cara itu kurang efektif untuk mendapatkan jawaban gubernur seperti yang diharapkan DPRA.

Anggota DPRA lainnya, Efendi dari Komisi III, juga menilai selama ini hubungan DPRA dengan eksekutif terlihat mulai keruh.

Sementara itu, Wagub Nova, membacakan jawaban Gubernur Irwandi berisi bantahan terhadap beberapa permasalahan yang menjadi sorotan pihak DPRA. Di antaranya, Irwandi membantah terlibat dalam kasus korupsi di BPKS Sabang. Namun, anggota DPRA tetap menduga Irwandi terlibat karena berkas data-data kasus korupsi BPKS Sabang sekarang ada di DPRA.

Terkait pernyatan atau ujaran Gubernur Irwandi di media sosial selama ini, Wagub Nova menyebutkan, hal itu bersifat pribadi. Namun, anggota DPRA menilai sebagian kata-kata ditulis akun Facebook Irwandi Yusuf menggunakan bahasa yang tidak pantas. Anggota DPRA menyayangkan hal tersebut karena setiap ucapan seorang pemimpin akan didengar masyarakat dan dapat berakibat buruk bagi akhlak generasi Aceh.

Dalam rapat paripurna itu, anggota DPRA juga menanyakan bagaimana hasil kunjungan Gubernur Irwandi ke beberapa negara selama ini. Namun, Wagub Nova mengaku ia hanya bisa menyampaikan penjelasan yang tertulis dalam naskah jawaban Gubernur Irwandi tersebut.

“Saya juga tidak tahu atas alasan apa Irwandi tidak hadir,” kata Wagub Nova.[]

Baca juga: