BANDA ACEH – Anggota DPRA, Sulaiman, meminta Pemerintah Aceh melalui dinas membidangi kebudayaan menyelamatkan batu-batu nisan warisan sejarah. Selain menjadi bukti sejarah, batu-batu nisan bersurat (berinskripsi) itu memiliki nilai seni amat tinggi.
“Batu Nisan Aceh banyak tersebar di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, Pidie, Aceh Timur dan beberapa kabupaten kota lainnya di Aceh. Batu nisan itu bukti sejarah juga. Ukiran kaligrafi Arab (inskripsi) pada sebagian Batu Nisan Aceh itu meriwawatkan sosok pada masa hidupnya,” kata Sulaiman di Banda Aceh, Selasa, 4 Februari 2020.
Selain itu, kata Sulaiman, berbagai motif pahatan pada Batu Nisan Aceh mengandung nilai seni cukup tinggi. “Tulisan Arab dan motif-motif ukiran pada Batu Nisan Aceh tampak sangat indah. Artinya, orang (seniman) Aceh masa silam hebat-hebat,” ujar mantan anggota DPRK Aceh Besar itu.
Sulaiman menyebutkan, saat ini banyak batu nisan peninggalan sejarah yang tersebar di kabupaten/kota di Aceh, kondisinya memprihatinkan lantaran rusak dan terbenam dalam tanah. Itulah sebabnya, dia meminta Pemerintah Aceh melalui dinas terkait segera membentuk tim untuk menyelamatkan batu-batu nisan warisan sejarah. “Harus dibentuk tim untuk mendata kembali lokasi-lokasi Batu Nisan Aceh supaya dapat diselamatkan dan dirawat, jangan sampai hilang,” katanya.
Anggota DPRA ini juga mengimbau keuchik dan masyarakat yang di gampong-gampongnya terdapat Batu Nisan Aceh agar ikut berperan merawat warisan sejarah tersebut. “Kita semua harus ikut menyelamatkan Batu Nisan Aceh, baik yang ada di pekarangan rumah, dalam kebun atau lahan di gampong-gampong, jangan sampai rusak,” tutur Sulaiman.
“Sebab pada sebagian Batu Nisan Aceh itu terpahat informasi tentang sosok orang-orang berpengaruh dan memiliki peranan penting pada masa puncak kejayaan Aceh. Data-data itu penting untuk memudahkan peneliti menggali kembali sejarah Aceh untuk menjadi pengetahuan bagi generasi saat ini,” tegas Sulaiman.[]
Penulis: Khairul Anwar



