Jumat, Juni 21, 2024

Kasat Lantas, Kasat Reskrim,...

LHOKSEUMAWE- Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, memimpin upacara serah terima jabatan Kasat Lantas,...

PLN Nusantara Power UP...

LHOKSEUMAWE - PT PLN Nusantara Power UP Arun merayakan Hari Raya Iduladha 1445...

Tiga Anak Terseret Ombak...

ACEH UTARA - Tiga anak terseret ombak saat bermain air laut di Pantai...

Tips Simpan Daging Kurban...

Muslim sedunia saling berbagi kebaikan termasuk daging kurban pada momen Hari Raya Iduladha....
BerandaBerita SubulussalamAnggota DPRK MZA:...

Anggota DPRK MZA: Saya Ingatkan BPKD, Jangan Karena Bayar Proyek, yang Urgen Seperti Honor Tidak Terbayarkan

SUBULUSSALAM – Anggota DPRK Subulusdalam, MZA Ridho Bancin mengatakan meski kondisi keuangan daerah terbatas, Ia yakin dan percaya pemerintah akan memprioritaskan pembayaran hal-hal yang sangat urgen seperti honorarium.

Hal ini disampaikan MZA Ridho Bancin untuk menjawab kekhawatiran sejumlah pihak terkait honorarium perangkat kampong dan honor-honor lainnya yang belum disalurkan.

“Pembayaran honorarium itu menjadi prioritas Pemko Subulussalam,” kata MZA Ridho Bancin kepada wartawan, Rabu, 4 Oktober 2023.

Menurut Ridho jangan sampai honorarium tidak terbayarkan gegara memprioritas pembayaran proyek. Kegiatan proyek tetap dibayarkan secara bertahap, termasuk utang 2022 yang belum dibayar. Namun, mengingat kondisi keuangan terbatas, pembayaran honorarium menjadi prioritas pihak keuangan.

“Saya Ingatkan BPKD, jangan karena bayar proyek, hal yang sangat urgen seperti honorarium tidak terbayarkan,” kata MZA Ridho Bancin.

Politisi Hanura ini menjelaskan APBK Subulussalam 2023 tidak hanya membayar kegiatan di tahun berjalan, tetapi juga menanggung beban dari tahun-tahun sebelumnya, akumulasi dari 2014 sampai ke pemerintahan sekarang jumlahnya Rp109 miliar.

Karena, itu Ia meminta masyarakat harus bijak melihat kondisi keuangan daerah, di mana sistem pengelolaan keuangan Pemko Subulussalam diakui negara dengan meraih WTP, begitu juga dengan pengendalian inflasi mendapat insentif Rp12 miliar lebih dari Kemenkeu.

Nah, jika terjadi polemik di tengah prestasi yang baru saja diraih Pemko, itu bisa saja manuver politik kelompok tertentu yang tidak senang dengan capaian tersebut. Padahal, kata Ridaho, angka Rp12 miliar lebih itu terbesar kedua dari kab/kota lainnya Indonesia yang mendapat Dana Insnetif Fiskal Kinerja (DIFK).

Dana tersebut, kata Ridho nantinya juga digunakan untuk masyarakat di Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini. Ia percaya masyarakat Kota Subulussalam sudah cerdas, tidak terpengaruh isu-isu yang sedang dimainkan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik jelang Pemilu dan Pilkada mendatang.[]

 

Get notified whenever we post something new!

Continue reading

MPU Subulussalam Kirim 11 Khatib Idul Adha 1445 H di Lima Kecamatan

SUBULUSSALAM - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam mengirim 11 Khatib Salat Idul Adha 1445 H yang tersebar di lima kecamatan dalam wilayah Kota Subulussalam. "Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Idul Adha 1445 H, MPU Subulussalam mengirim 11 Khatib Idul...

Begini Kebijakan Keuangan Pemko Subulussalam, Era Pj Wali Kota Azhari

SUBULUSSALAM - Dalam menghadapi permasalahan keuangan daerah Kota Subulussalam yang belum stabil saat ini, Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam Azhari, S.Ag., M.Si, telah memerintahkan Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) Subulussalam untuk membuat konsep penatausahaan keuangan yang baik dan tepat."Ini...

Bank Aceh Cabang Subulussalam Serahkan Serahkan 4 Ekor Sapi Qurban

SUBULUSSALAM - Menjelang Idul Adha 1445 H, Bank Aceh Syariah Cabang Subulussalam menyerahkan empat ekor sapi qurban disebar di sejumlah desa dalam wilayah Kota Subulussalam.Proses penyerahan hewan qurban ini diserahkan langsung Pemimpin Bank Aceh Cabang Subulussalam, Indra Gunawan diterima...