LHOKSEUMAWE Anggota Komisi A DPRK Lhokseumawe, Yusrizal menilai permintaan LSM MaTA agar Panitia Seleksi Calon Anggota Panwaslih memublikasikan nilai dan indikator penilaian ujian wawancara sangat wajar.
Saya kira wajar LSM melakukan komplain terkait tidak dipublikasikan nilai dan indikator penilaian itu, sebab pansel hanya mencantumkan nilai akhir (dalam pengumuman 15 besar calon yang lulus seleksi wawancara), kata Yusrizal menjawab portalsatu.com, Minggu, 13 Maret 2016, sore, terkait pernyataan MaTA. (Baca: MaTA Minta Pansel Panwaslih Publikasi Indikator Penilaian)
Menurut Yusrizal, sebaiknya pansel membuka ke publik sebagaimana permintaan MaTA. Saat ini mereka (pansel) sedang disorot. Jika memang mau memublikasikan hal tersebut pastinya kredibilitasnya tetap terjaga dan dipercayai oleh masyarakat. Komisi A (DPRK) hanya bisa memberi masukan, namun tidak bisa mengintervensi kerja pansel, ujarnya.
Yusrizal menyebut sejauh ini Komisi A DPRK Lhokseumawe belum memeroleh data 15 besar calon anggota Panwaslih yang lulus hasil ujian wawancara dari pansel.
Menurut jadwal, hari Senin, nama-nama itu diberikan kepada Komisi A. Setelah diberikan, kami langsung melakukan rapat lanjutan untuk mengevaluasi nama-nama tersebut. Kemudian baru kita panggil mereka (para calon) untuk mengikuti uji kelayakan dan memilih lima nama yang dinilai layak menjadi (anggota) Panwaslih Kota Lhokseumawe, pungkas Yusrizal.[]


