Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaAnggota KPA Diduga...

Anggota KPA Diduga Diculik Oknum Kasatpol PP Sabang dan Anggotanya

BANDA ACEH – Anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Sabang, Nasruddin, diduga diculik oknum Kasatpol PP Sabang dan anggotanya, Jumat, 27 Mei 2016, pukul 02.30 WIB dinihari. Korban mengaku dianiaya dan disekap di Kantor Satpol PP Sabang. Korban kemudian dijemput oleh pihak PA/KPA di Kantor Satpol PP Sabang dan kini sudah dibawa ke Banda Aceh, Sabtu, 28 Mei 2016.

Menurut Nasruddin, penculikan dilakukan puluhan anggota Satpol PP dan Kasatpol PP yang mendatangi rumahnya saat ia sedang tidur, tepat pukul 02.30 WIB. Nasruddin mengaku dipukul dan dibawa paksa oleh puluhan anggota Satpol PP menggunakan mobil patroli.

Dia mengaku aksi premanisme oknum Kasatpol PP tersebut juga dipertontonkan kepada anak istrinya yang saat itu terbangun dari tidur. “Jaroe ban dua diborgol, dipoh, digilho-gilho, disekap di kama kosong kanto Satpol PP' (kedua tangan diborgol, dipukuli, diinjak-injak, disekap di ruang kosong Kantor Satpol PP Sabang),” ujar Nasruddin ditemui portalsatu.com di kantor DPA PA, Batoh, Banda Aceh, sekitar pukul 12.30 WIB tadi.

Juru Bicara Partai Aceh Adi Laweung mengatakan, setelah mendengar informasi tentang penculikan Nasruddin, dirinya langsung berkoordinasi dengan Ketua DPW PA dan Ketua KPA Sabang untuk menjemput korban.

“Penjemputan dilakukan pada pukul 09.00 pagi oleh Ketua KPA Sabang dan Ketua DPW PA. Saat dijemput, kondisi korban dipenuhi luka lebam, gigi tengah patah dan kedua tangan diborgol dengan posisi baju dibuka,” ujar Adi Laweung.

Menurutnya, setelah dijemput dengan tangan diborgol korban dibawa ke Polres Sabang untuk melaporkan kejadian tersebut. Dia sangat menyayangkan aksi premanisme yang dilakukan Kasatpol PP Sabang terhadap anggota KPA Sabang.

“Kami meminta Pemerintah Kota Sabang menindak tegas oknum Kasatpol PP dan anggotanya tersebut,” kata Adi Laweung.

Dia menambahkan, aksi premanisme oknum Kasatpol PP sudah mengganggu kedamaian di Aceh. Dia berharap Wali Kota Sabang menindak tegas pelaku yang menculik, menyekap dan menganiaya anggota KPA tersebut.[]

Laporan Ramadhan

Baca juga: