BANDA ACEH – Wali Kota Sabang Zulkifli Adam menyebut kasus perselisihan antara Kasatpol PP dan Nasruddin yang sempat diberitakan disekap dan dianiaya hanyalah permasalahan internal Satpol PP. Dia menyatakan permasalahan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan KPA atau PA.

“Ini hanyalah permasalahan anggota dan atasan. Tidak benar bila itu dianggap penganiayaan anggota KPA, karena saat itu Nasruddin masih aktif sebagai anggota Satpol PP Kota Sabang. Yang menjemputnya malam itu adalah provost Satpol PP,” kata Zulkifli Adam telepon kepada portalsatu.com, Senin, 30 Mei 2016.

Menurut Zulkifli, secara prosedur Satpol PP, apabila ada anggota yang melanggar aturan pasti ada pembinaan dari provost Satpol PP. “Saya kira ini hanya permasalahan internal Satpol PP dan tidak ada kaitannya dengan yang lain,” ujarnya.

Dia berharap persoalan ini menjadi suatu pembelajaran agar ke depan jangan terjadi lagi hal yang sama. Zulkifli mengatakan, jika Nasruddin tidak ingin lagi menjadi anggota Satpol PP, dia  bisa berhenti. “Karena selama ini, laporan yang diterima, Nasruddin sudah jarang masuk dinas,” pungkas Zulkifli.

Diberitakan sebelumnya, anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Sabang Nasruddin mengatakan, penculikan menimpanya yang diduga dilakukan oknum Satpol PP, menimbulkan trauma bagi keluarganya, terutama istri dan anaknya. Sebab, mereka turut menyaksikan saat Nasruddin dijemput paksa di rumahnya, Jumat, 27 Mei 2016, dinihari. (Baca: Cerita Nasruddin; Dijemput Paksa, Dianiaya Hingga Disekap di Kantor Satpol PP)[]

Laporan Ramadhan