BLANGKEJEREN – Kejaksaan Negeri Gayo Lues memberikan bantuan kepada seratusan warga dalam kegiatan Adhyaksa Peduli Stunting. Program itu dibuat pihak kejaksaan lantaran angka stunting Gayo Lues tertinggi di Aceh.

Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues Ismail Fahmi, S.H., Selasa, 27 September 2022, mengatakan masalah stunting bukan saja tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus ikut bertanggung jawab agar angka stunting di Gayo Lues bisa menurun.

“Hari ini kami mengundang 150 orang masyarakat yang terdiri dari ibu hamil, bayi dan balita. Kami memberikan susu, telur dan bermacam barang lainnya untuk meningkatkan gizi anak di Kabupaten Gayo Lues,” kata Ismail Fahmi.

Dia menyebut pemberian bantuan itu hasil kerja sama Kejari dengan Pemda, Bank Aceh, dan BSI Gayo Lues.

Langkah ke depan untuk memeranggi stunting di Gayo Lues, kata Kajari,  yaitu dengan cara camat dan pemerintahan desa ikut bersinergi, memberikan penyuluhan kepada masyarakat, dan bantuan penambahan gizi dari dana desa.

Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues, Salihin, mengatakan semua pihak harus peduli dengan stunting, karena angka stunting di Gayo Lues nomor satu di Aceh.

“Mudah-mudahan dengan kepedulian kita bersama, angka stunting di Gayo Lues bisa menurun,” katanya.

Kadis Kesehatan menjelaskan bahwa Poskesdes Desa Persiapan Sentang saat ini sudah menjadi Poliklinik binaan Adhyaksa yang melayani masyarakat berobat gratis.

Sementara Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, mengatakan pemberian paket yang dilakukan kejaksaan untuk memeranggi stunting menjadi contoh bagi yang lainnya. Ke depan, camat dan kepala desa diharapkan bisa memberikan penyuluhan dan membantu paket kepada masyarakat.

“Hari ini, Gayo Lues berada di peringkat pertama tertinggi angka stunting, yaitu mencapai 42 persen dari jumlah anak yang ada, angka ini mungkin saja tertinggi di seluruh Indonesia,” katanya saat membuka kegiatan Adhyaksa Peduli Stunting.

Menurut Bupati, masalah stunting banyak orang yang tidak paham. Bahkan setingkat orang yang sudah sarjanapun masih ada yang tidak mengerti. Padahal stunting itu adalah anak yang bermasalah dengan kesehatan, pertumbuhan lambat, tidak bisa menerima pelajaran, daya tangkap lemah, dan sedikit kena hujan langsung demam.

“Stunting itu datang ketika ibu hamil lalai, tidak memikirkan gizi akan bayi yang dikandungnya. Untuk itu, jika ada ayam di rumah, jangan dijual lalu membeli ikan asin, jangan menjual telur ke pajak lalu membeli terasi,” katanya.[](Anuar Syahadat)