BLANGKEJEREN – Masyarakat Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo sangat kecewa dengan sikap Pemerintah Aceh yang mengabaikan jalan lintas Provinsi paska banjir dan tanah longsor, jika keadaan ini tidak segera ditangani Pemerintah, maka prekonomian di Kecamatan Pining akan terus memburuk.
Tgk. Jarod Pining, salah seorang tokoh dari Kecamatan Pining, Jum’at, 24 April 2025, mengatakan sejak terjadi bencana pada akhir November tahun 2025 yang lalu hingga akhir April tahun 2026, kondisi Kecamatan Pining masih mencekam.
“Masih banyak yang perlu diperhatikan di Kecamatan Pining ini, terutama jalan dan jembatan yang menghubungkan antara Gayo Lues dengan Aceh Timur,” katanya.
Saat ini, jalan lintas Provinsi Gayo Lues-Aceh Timur sangat sulit dilintasi, bahkan dititik tertentu tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. pemerintah Aceh sangat diharapkan turun langsung melihat keadaan warga dijalur Gayo Lues menuju Aceh Timur.
“Perlu kami laporkan kepada bapak Gubenur Aceh, bahwa hingga hari ini jalan dari Kecamatan Pining menuju desa Pasir Putih, jalan lintas Provinsinya masih putus, tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, sedangkan dari Pining ke pusat kota Blangkejeren, jembatan yang hanyut belum dibangun, yang ada baru sebatas jembatan darurat,” ujarnya.
Seluruh warga Kecamatan Pining meminta kepada Gubenur Aceh agar segera menurunkan tim ke Gayo Lues, dan segera malakukan perbaikan terhadap jalan yang rusak, jalan yang putus, dan membagun jembatan yang hanyut dan rusak.
“Keadaan kami sekarang sangat sulit, harga kebutuhan pokok sangat mahal karena banyak jalan yang rusak dan putus, sedangkan harga hasil perkebunan dan pertanian warga merosot. Tolong kami pak Gubenur Aceh,” katanya.[]




