27.1 C
Banda Aceh
Minggu, Oktober 17, 2021

Angkut Hasil Bumi Gayo Lues, Tauke Keberatan Bayar Retribusi di Bener Meriah

BLANGKEJEREN – Tauke yang mengangkut hasil bumi dari Kabupaten Gayo Lues menuju ibu kota Provinsi Aceh mengaku keberatan membayar uang retribusi kepada pihak pemungut di Kabupaten Bener Meriah. Alasanya, Kabupaten Gayo Lues yang memiliki hasil bumi kenapa daerah lain yang memungut retribusi.

Pernyataan itu disampaikan Sudirman, warga Desa Bengkik, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues, Rabu, 26 Mei 2021. Dia mengaku setiap toke (tauke) yang membawa hasil bumi keluar daerah selalu dikenakan biaya retribusi di daerah lain, sementara di wilayah Gayo Lues tidak dipungut retribusi.

“Masak hasil bumi Gayo Lues dijadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bener Meriah. Apakah Pemda Gayo Lues tidak mampu memungut untuk penambahan PAD, karena jika tidak kami bayar di Gayo Lues, daerah lain akan meminta, dan mewajibkan harus bayar,” katanya saat menghubungi wartawan melalui telepon.

Sudirman yang merupakan tauke cabai, bawang dan hasil bumi lainnya di Kabupaten Gayo Lues, mengatakan seharusnya Pemerintah Gayo Lues menempatkan petugas di perbatasan Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Tengah (Ise-Ise) untuk memungut retribusi yang nantinya bisa menjadi PAD, sehingga kabupaten lain tidak lagi melakukan pemungutan.

“Kalau kita tidak membayar retribusi di Gayo Lues, di Kabupaten Bener Meriah akan dimintai retribusi Rp100 per Kg. Jika sekali berangkat kami membawa hasil bumi 2 ton saja, maka retribusi yang harus kami bayar ke daerah lain Rp200 ribu. Namun biasanya kami bayar Rp50 ribu karena barang yang kami bawa hanya sedikit. Jadi pertanyaan saya, kenapa bukan Pemda Gayo Lues saja yang memungut retribusi ini, supaya PAD meningkat, uangnya bisa digunakan lagi untuk bantuan kepada petani,” jelasnya.

Tauke-tauke yang membawa hasil bumi dari Gayo Lues menuju Kota Banda Aceh maupun Medan, kata Sudirman, sangat keberatan jika retribusi dibayar kepada pihak Kabupaten Bener Meriah. “Karena hasil bumi berasal dari Gayo Lues, dan tempat pemungutan retribusi hanya sebatas jalan lintasan saja”.

“Untuk itu, kami toke di Gayo Lues yang membawa hasil bumi keluar daerah, meminta kepada Bupati Gayo Lues agar mengambil tindakan. Jangan jadikan hasil bumi Gayo Lues disetor ke daerah lain. Tolong tekankan kepada pihak terkait agar segera memungut retribusi di setiap perbatasan, jika memang tidak mampu, buatlah peraturan supaya pihak desa yang berada di perbatasan yang melakukan pemungutan retribusinya, supaya PAD Gayo Lues tambah banyak dan kamipun tidak dipersulit,” pintanya.

Para tauke yang mengangkut hasil bumi Gayo Lues juga meminta kepada Pemda agar memberikan penjelasan kemana bisa membayar uang retribusi hasil bumi. “Supaya para toke yang mengangkut hasil bumi keluar daerah bisa membayar retribusi terlebih dahulu sebelum berangkat”.

“Kami tidak tahu kemana mau membayar uang retribusi hasil bumi ini, di pos perbatasan Gayo Lues-Aceh Tengah sama sekali tidak ada. Kami merasa dipersulit ketika bukti pembayaran retribusi dari Gayo Lues tidak ada ketika melewati Kabupaten Bener Meriah. Kalau sudah ada, kami hanya menunjukan bukti dan membayar uang jalan Rp5.000 saja, kemudian distempel dan kami bisa lewat dengan mudah,” tuturnya.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Alhamdulillah, Kafilah Subulussalam Juara Umum MQK Tingkat Provinsi Aceh

SUBULUSSALAM - Kafilah Kota Subulussalam berhasil meraih juara umum pada event Musabaqoh Qiraatil Kutub...

Ini Respons Kuasa Hukum Dinas PUPR Soal Gugatan Rekanan Gedung Kesenian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Dinas PUPR Lhokseumawe belum memberikan penjelasan soal belum dibayarnya sisa pekerjaan 25...

Babak Kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub II Aceh Tuntas

BANDA ACEH – Babak kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II Aceh yang digelar di Kompleks...

Kemal Attaturk Dinilai Tidak Pantas Dijadikan Nama Jalan di Indonesia

BANDA ACEH – Rencana pemerintah menabalkan nama tokoh sekuler Turki Kemal Attaturk sebagai nama...

Aceh Hari Ini: Rakyat Aceh Rebut Perusahaan Numora Jepang

Pada 16 Oktober 1945, perusahaan perkebunan Jepang, Numora yang mengelola sembilan perkebunan besar di...

Rekanan Pembangunan Gedung Kesenian Lhokseumawe Tahap II Gugat Dinas PUPR ke Pengadilan

LHOKSEUMAWE - Wakil Direktur III CV Muhillis & Co., Rustam (58), melalui kuasa hukumnya,...

Aceh dan Sumut Bersiap Helat PON 2024

PAPUA – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, bersama Gubernur Sumatera...

Pengacara Warga Krueng Luas Minta Polisi Tetapkan Bupati Aceh Selatan Sebagai Tersangka

BANDA ACEH - Muhammd Reza Maulana, S.H., kuasa hukum atau pengacara Jasman HR., warga...

Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie Lhokseumawe Lowong

LHOKSEUMAWE - Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, lowong. Pasalnya,...

‘Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa Mangkrak Bisa Mencoreng Institusi Kejaksaan’

LHOKSEUMAWE – Pemerhati hukum, Muji Al-Furqan, S.H., turut menyoroti Kejaksaan Negeri Lhokseumawe yang hingga...

Aceh Hari Ini: Ulama Aceh Mengeluarkan Maklumat Perang Sabil

Pada 15 Oktober 1945, ulama Aceh menggelar muzakarah  membahas upaya-upaya mengakhiri kekuasaan Jepang, dan...

Program TMMD Selesai, Walkot Bintang Resmikan Jalan Tembus Darussalam-Singkohor

  SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E meresmikan pemakaian jalan tembus...

Kasus Korupsi di Dinas Syari’at Islam Gayo Lues Dilimpahkan ke PN Tipikor Banda Aceh

BLANGKEJEREN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gayo Lues telah melimpahkan berkas perkara...

Begini Kondisi Terkini Wastafel Disdik Provinsi di SMA/SMK Aceh Utara dan Lhokseumawe

ACEH UTARA – Pengadaan ratusan wastafel dan sumur bor oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh...

Harga Kopi Gayo Naik Lagi, Ini Daftar Terbaru

BLANGKEJEREN - Harga gabah kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues kembali mengalami lonjakan. Harga...

Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa: ‘Tugas Kejari Menegakkan Hukum, Bukan Bicara Untung-Rugi’

LHOKSEUMAWE – LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTaK) kembali mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi...

Aceh Hari Ini: Show of Force Pejuang Aceh Melawan Jepang

Usai salat hajat dan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak...

UAS Resmikan Pesantren Darul Affani, Ziarah ke Oboh, Hadiri Peringatan Satu Dekade PMDR

SUBULUSSALAM - Ustadz Abdul Somad (UAS) meresmikan Pondok Pesantren Darul Affani Desa Harapan Baru,...

‘PLTU Lhoknga tak Beroperasi, PT SBA Berpotensi Rugikan Keuangan Negara 15 Miliar/Hari’

BANDA ACEH - Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad, menemukan data baru terkait...

Kempo Tambah Medali Emas untuk Aceh

SENTANI – Perjuangan keras kenshi (atlet kempo) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat