Frase semacam pemimpin kelompok, pemimpin sidang, dan calon pemimpin jamak kita temui. Pemimpin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV bermakna orang yang memimpin. Namun kemudian, media massa kita menyuguhkan istilah pimpinan KPK atau pimpinan DPR, misalnya yang termuat dalam sebuah judul 2 Pimpinan KPK Lempar Pokeball dan Tangkap Pikachu.
Keduanya seakan mirip dan punya makna berdekatan. Benarkah?
Pemimpin dan pimpinan berasal dari kata kerja yang sama: pimpin yang bermakna memimpin; mengetuai atau mengepalai (rapat, perkumpulan, dsb). Kemudian, mari kita selisik makna pimpinan. Pimpinan bermakna hasil memimpin; bimbingan; tuntunan.
Dari penjelasan tersebut, setidaknya kita dapat simpulkan beberapa hal. Pertama, pimpin (memimpin) adalah kata kerja; digunakan untuk menyatakan aktivitas subjek. Misalnya, Ketua DPR RI Ade Komarudin memimpin rapat perdana. Sementara, pemimpin adalah kata benda (nomina) yang menyatakan orang yang memimpin, tidak menyatakan proses atau hasil. Misalnya, Pemimpin rapat perdana adalah Ketua DPR RI Ade Komarudin.
Adapun pimpinan adalah kata benda (nomina) yang menyatakan hasil dari aktivitas (verba) memimpin. Ini berimplikasi pada hasil akhir, bukan proses atau pelakunya. Misalnya, rapat perdana berjalan lancar berkat pimpinan Ketua DPR.
Mari kembali ke contoh di awal, penggunaan frase pimpinan KPK dalam judul 2 Pimpinan KPK Lempar Pokeball dan Tangkap Pikachu tampaknya kurang pas bila mengacu pada uraian di atas. Pimpinan KPK dalam konteks di atas bermakna orang (bisa tunggal atau jamak) yang mengepalai KPK.
Namun, rupanya kekeliruan sudah kadung banyak dilakukan. Tak heran bila suatu hari nanti, terdapat makna tambahan dilekatkan pada pimpinan, seperti yang dituliskan dalam laman badanbahasa.kemdikbud.go.id. Di laman tersebut, tertulis kata pimpinan juga memiliki arti lain, yaitu kumpulan para pemimpin. Menurut Badan Bahasa, dalam pengertian itu, kata pimpinan lazim digunakan dalam ungkapan seperti rapat pimpinan, unsur pimpinan, atau pimpinan unit.
Tambahan lagi, sebut laman tersebut, akhiran an pada kata pimpinan bermakna kumpulan, yakni kumpulan para pemimpin, seperti lautan yang bermakna kumpulan laut dan daratan kumpulan darat.
Akan tetapi, akhiran an pada lautan atau daratan agaknya tidak pas bila dikatakan bermakna kumpulan. Makna akhiran an dalam lautan lebih tepat disebut bermakna laut yang sangat luas dan daratan sebagai tanah (darat) yang sangat luas.[]
Sumber: liputan6.com



