LHOKSEUMAWE – Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, menyerahkan 30 set alat pelindung diri (APD) kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, Drg. Nurhaida, M.P.H.
Penyerahan APD itu berlangsung di Ruang Isolasi RSUCM, Buket Rata, Lhokseumawe, Selasa, 4 Februari 2020. Turut hadir Kadiskes Aceh Utara, Amir Syarifuddin, S.K.M.
“Ini dalam rangka antisipasi virus corona. Sebanyak 30 set APD yang diserahkan Kadiskes Aceh, dr. Hanif, diterima Direktur RSUCM, Drg. Nurhaida, M.P.H., berupa sepatu, masker, baju jas dan sarung tangan,” ujar Humas RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin, S.K.M., M.Kes., Selasa siang.
Selain menyerahkan APD, Kadiskes juga melihat ruang isolasi untuk penanganan kasus virus corona. “Menurut Kadiskes ada pembenahan-pembenahan ruangan untuk standar ruang isolasi,” ujar Jalaluddin.

Sebelumnya diberitakan, Direktur RSUCM Aceh Utara, Nurhaida, sudah membentuk tim dan menyiapkan ruangan khusus untuk penanganan kasus virus corona. Hal itu sebagai langkah antisipasi jika ada warga atau pasien terindikasi kena virus corona yang dirujuk ke rumah sakit milik Pemerintah Aceh Utara berlokasi di Buket Rata, Lhokseumawe tersebut.
“Betul, RSUCM ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk menangani kasus virus corona. Tim RSUCM sudah dibentuk dengan SK direktur. SOP penanganan pun sudah siap,” kata Humas RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin, S.K.M., M.Kes., kepada portalsatu.com/, Senin, 27 Januari 2020.
Jalaluddin menyebutkan, Tim RSUCM yang sudah dibentuk itu beranggotakan 15 orang dan diketuai dr. Mukthie. “Ruangan khusus juga sudah disiapkan, dua ruangan dengan empat tempat tidur,” ujar Jalaluddin yang turut mengirimkan gambar ruangan khusus itu kepada portalsatu.com/.
Pemerintah Aceh menyiapkan Rumah Sakit Zainoel Abidin di Banda Aceh dan Rumah Sakit Cut Mutia di Aceh Utara sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, mengatakan, dua rumah sakit itu dipersiapkan Pemerintah Aceh atas arahan dari Kementerian Kesehatan RI. Kedua rumah sakit itu menjadi rumah sakit rujukan bahkan sejak heboh menyebarnya virus flu burung beberapa tahun lalu.
“Kalau ada yang terindikasi setelah di screening (skrining) kita tunjuk untuk penanganan di dua rumah sakit ini. SOP penanganan juga telah ada di sana,” kata Hanif, Senin, 27 Jnauari 2020.
Hanif mengatakan, petugas Kesehatan Pelabuhan di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang bakal melakukan pemeriksaan skrining bagi penumpang pesawat yang terbang dari luar negeri khususnya mereka yang terbang dari China.
Atas nama pemerintah Aceh, Hanif mengimbau masyarakat Aceh untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri khususnya China jika tidak memiliki kepentingan. Jika pun terpaksa berangkat, Hanif mengimbau mereka menjaga kesehatan.
“Kami mengimbau jangan terlalu takut (dengan virus ini),” kata Hanif. “Alhamdulillah virus ini belum menyebar ke Indonesia. Tapi kita tetap antisipasi jangan sampai kena ke daerah kita,” kata dia.
Pastinya, ujar Hanif, Pemerintah Aceh akan terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat Aceh khususnya mereka yang tengah berada di daerah terdampak virus corona.[](rilis)






