25.5 C
Banda Aceh
Jumat, Desember 2, 2022

Apa Itu – Gajah Puteh Iskandar Muda, Darimana Asalnya?

Apa Itu – Gajah Puteh Iskandar Muda, Darimana Asalnya?
Oleh: Thayeb Loh Angen
Pujangga dari Sumatra Aceh

Gajah gajah putih merupakan ikon atau lambang kebudayaan negara Siam atau Thailand. Selain Siam, Aceh merupakan negeri yang mengagungkan gajah putih.
Salah seorang pemimpin negara Kesultanan Aceh Darussalam, yakni, Baginda Sultan Iskandar Muda, diyakini sebagai seorang kepala negara yang dapat menaklukkan gajah untuk armada perangnya. Para sejarawan menyebutkan, hal tersebut dapat Baginda lakukan karena sejak kecil dia sudah bersahabat dengan gajah.
Di masa lalu, menggunakan gajah sebagai alat perang telah dilakukan di berbagai belahan bumi di semua zaman. Namun, di seputaran Asia Tenggara, hanya Baginda Sultan Iskandar Muda yang diketahui mahir menundukkan gajah dalam jumlah besar untuk keperluan berperang.
Gajah merupakan binatang purba yang ada di seluruh muka bumi, walaupun di milenium ini, hanya beberapa bagian bumi masih dihuni oleh binatang berbelalai dan bertaring besar dan panjang tersebut.
Di antara semua gajah di dunia, gajah Aceh atau gajah Sumatra termasuk yang berbulu lebih gelap. Sementara di Thailand dan sekitarnya, ada jenis gajah berberbulu warna putih. Sebenarnya, warna gajah yang disebut gajah putih bukanlah putih, tetapi gajah itu berwarna seperti albino, merah muda. Kalau dalam bahasa Aceh disebut berwarna jagad. Misalnya, keubeuë jagad (kerbau merah muda) itu ada di Aceh, tetapi gajah putih?
Laman Wikipedia.org menyebutkan,
Gajah putih (atau gajah albino) adalah sejenis gajah langka, walaupun bukan spesies yang berbeda. Meskipun sering digambarkan sebagai berwana seputih salju, kulit mereka sebenarnya biasanya berwarna coklat lembut kemerahan yang berubah merah muda saat basah. Mereka memiliki bulu mata dan kuku yang lentik.
Gajah putih hanya putih secara penamaan, dan tidak berwarna putih. Dari yang saat ini disimpan oleh penguasa Myanmar (bangsa Burma), yaitu Jenderal Than Shwe yang menganggap dirinya sebagai pewaris sah dari tahta raja-raja Burma, terdapat satu gajah yang keabu-abuan dan tiga lainnya yang berwarna merah muda, tetapi secara resmi disebut “putih”. Raja Thailand juga menyimpan sejumlah gajah putih. Saat ini tidak ada gajah putih di Laos, atau di Kamboja, tetapi mantan Wakil Presiden AS Spiro Agnew pernah menghadiahkan seekor gajah putih kepada Raja Norodom Sihanouk dari Kamboja.
Jika demikian adanya, darimanakah gajah putih milik Baginda Sultan Iskandar Muda? Untuk mengetahuinya, tinjauan sejarah bidang itu perlu menyertakan kajian dari sudut pandang sosiologi, antropologi, geografi, topografi, dan habitat flora fauna di daratan Sumatra, sebagai tempat Baginda sultan besar itu berasal dan ibukota negara yang dipimpinnya.
Belum ditemukan bukti bahwa gajah putih Baginda Sultan Iskandar Muda merupakan binatang endemik Sumatra. Sementara Thailand dan tetangganya masih memilikinya sampai sekarang.
Mari kita lihat hubungan Kesultanan Aceh Darussalam dengan negara Melayu di Semenanjung Asia Tenggara. Selain dengan negara di Eropa, seputaran timur tengah dan lainnya, Aceh Darussalam menjalin hubungan pula dengan negara di Semenanjung Asia Tenggara bagian barat–negara terdekat dengan ibukotanya Bandar Aceh Darussalam–seperti Negeri Siam (Thailand), Burma, Arakan, Perak, Pahang, Patani, Ayutthaya.
Disebutkan bahwa pada abad ke XVI Masehi, Aceh telah memiliki hubungan dengan Siam. Itu merupakan sebuah hubungan yang erat sehingga adanya pertukaran budaya dalam bidang seni–diperkirakan termasuk seni ukir.
Berdasarnya keadaan tersebut, adalah sebuah penghormatan ketika Raja Siam menghadiahi seekor binatang kebanggaan dan lambang negaranya kepada seorang sang sahabat, seorang sultan besar pengendali gajah dan penakluk beberapa negeri. Adalah hal yang wajar apabila Baginda Sultan Iskandar Muda mendapatkan hadiah seekor gajah putih dari raja Siam.
Selain masih adanya gajah putih di Siam dan tidak adanya gajah putih di Aceh, pembunuhan gajah tidak pernah terjadi di Siam, tetapi di Aceh, itu terjadi, masih terjadi sampai sekarang. Dengan begitu, secara kebudayaan, gajah lebih dekat dengan masyakat Siam.
Sementara di Aceh, Baginda Sultan Iskandar Muda yang menghormatinya. Itu agak ironis disebabkan rakyat Aceh mengagungkan Sultan Iskandar Muda, tetapi tidak melindungi binatang kesayangannya.
Mengherankan memang, mengapa para aktivis lingkungan hidup tidak menggunakan nama besar Baginda Sultan Iskandar Muda sebagai ikon untuk mengimbau rakyat Aceh supaya gajah. Itu menandakan, mereka belum menggunakan pendekatan budaya dalam menjalankan misinya.
Demikianlah analisis dan kajian–lebih tepatnya hayalan tentang masa silam–seadanya, untuk melepaskan pikiran kita dari batas-batas yang tidak berarti untuk menjadi manusia yang tercerahkan.
Darimanakah gajah putih milik Baginda Sultan Iskandar Muda? Belum ditemukan bukti bahwa binatang itu asli dari Aceh. Akan tetapi, walaupun besar kemungkinan ia dari daratan Indocina, tetapi belum ada dalil pula ianya merupakan hadiah dari raja Siam.

 

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Berikan Bonus Atlet Peraih Medali Popda Aceh Barat, Ini Harapan Pj Bupati Pidie

SIGLI - Sebanyak 40 atlet dan pelatih Pidie peraih medali di Pekan Olahraga Pelajar...

PN Lhoksukon Tolak Praperadilan Tersangka Kasus Monumen Samudra Pasai

ACEH UTARA - Pengadilan Negeri Lhoksukon memutuskan menolak permohonan praperadilan yang diajukan kuasa hukum...

Urang Tue dan Camat Terangun Usulkan Pj Pengulu Tongra dan Garut, Ini Namanya

BLANGKEJEREN - Urang Tue dan Camat Terangun, Kabupaten Gayo Lues, mengusulkan nama Pj. Pengulu...

Tingkatkan Pemberdayaan UMKM, PT PIM Raih Penghargaan dari Pupuk Indonesia

SURABAYA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memperoleh penghargaan kontribusi peningkatan pemberdayaan Usaha Mikro...

Hari Ketiga Pekan Imunisasi Polio di Pidie Capai 47 Ribu Lebih, Ini Kecamatan Tertinggi

SIGLI - Hingga hari ketiga Pekan Imunisasi Polio di Kabupaten Pidie, mencapai 47.331 anak...

Pimpinan dan Anggota MPU Aceh Utara 2023-2027 Dikukuhkan, Ini Kata Pj Bupati Azwardi

LHOKSUKON - Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi, AP., M.Si., menghadiri pengukuhan Ketua, Wakil Ketua,...

Pendaftar Try Out PPPK Membludak, KNPI Gayo Lues Pindahkan Lokasi

BLANGKEJEREN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gayo Lues terpaksa memindahkan lokasi Try...

Pj Bupati Aceh Utara Lepas Kontingen 15 Cabor ke Pora Pidie

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah, melepas keberangkatan kontingen 15 cabang...

Walkot Subulussalam Janjikan Bonus Rp10 Juta Peraih Medali Emas di PORA Pidie 2022

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E melepas keberangkatan kontingen Subulussalam...

Anggaran TPP Sampai Rp15 Miliar, Ketua DPRK Subulussalam: Laporan Kinerja Harus Real Jangan Manipulasi

SUBULUSSALAM - Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, S. Ked mengatakan pemerintah memplotkan...

DPRK Sahkan APBK Kota Subulussalam Tahun 2023 Rp 686 Miliar

SUBULUSSALAM - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam menyetujui dan mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja...

Tim Dinas Pengairan Provinsi Turun ke Tanggul Sungai yang Rusak di Aceh Utara

LHOKSUKON - Tim Dinas Pengairan Aceh turun ke Kabupaten Aceh Utara, Ahad, 27 November...

Disiapkan Layani Atlet PORA XIV Pidie, Pj Bupati Tinjau Kesiapan Dua Rumah Sakit

SIGLI - Dua rumah sakit (RS) milik Pemerintah Kabupaten Pidie disiapkan melayani atlet dari...

Tiga Artis Aceh Penutup Parade Maestro Seudati di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Penampilan tiga artis Aceh, Jol Pase, Acun Lhok, dan Safira, menutup Parade...

Hadiri Rakornas Investasi 2022, Pj Wali Lhokseumawe Siap Ikuti Arahan Presiden

JAKARTA - Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, mengikuti pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)...

Kakanwil Kemenkumham Aceh Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Drs. Meurah...

Ini Pagu Pokir Anggota DPRK Aceh Utara dan Lhokseumawe dalam RAPBK 2023

LHOKSEUMAWE – DPRK Aceh Utara dan Lhokseumawe telah menyetujui alias ketuk palu Rancangan Qanun...

Kakanwil Kemenkumham Aceh Tunjuk Efendi Plt. Kalapas Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Drs. Meurah...

MaTA: Anggaran Titipan di BRA Rp13 Miliar Penting Dilidik dan Audit

BANDA ACEH - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta aparat penegak hukum menyelidiki (lidik) pengelolaan...

Imran Paparkan Kebijakan Pengembangan Lhokseumawe, saat jadi Dosen Tamu di Universitas Indonesia

JAKARTA - Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, M.Si., MA.Cd., menjadi dosen tamu pada...