Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaNewsApa Jadinya Jika...

Apa Jadinya Jika Astronaut Kentut di Luar Angkasa?

Jakarta — Berbulan-bulan di ruang angkasa bukanlah hal mudah bagi para astronaut. Banyak kebiasaan atau kebutuhan yang biasa mereka lakukan di Bumi, menjadi sangat sulit untuk dilakukan di ruang hampa udara.

Kentut adalah reaksi alami pada tubuh manusia. Saat berada di ruang angkasa pun para astronaut akan mengalami hal ini, walau mungkin tidak sesering saat berada di Bumi.

Namun kentut di angkasa bisa menjadi masalah. “Jika Anda kentut, maka gas itu akan tetap di sana. Tidak akan bergerak,” kata Derrick Pitts, kepala astronom dari Franklin Institute, dikutip dari Geekadelphia.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di 1969, kentut ternyata juga bisa sangat berbahaya. Sebab, gas yang tidak bergerak itu ternyata juga mudah terbakar. Ini berpotensi menimbulkan kecelakaan yang cukup serius.

Untuk mensiasati hal ini ada berbagai cara. Robert Frost, instruktur astronaut dari NASA menyarankan untuk membuang gas tersebut saat astronaut masih di dalam pakaian ruang angkasa.

Dalam sebuah sesi tanya jawab di halaman Quora, Frost menjelaskan bahwa baju astronaut sudah dilengkapi dengan penyaring bernama LiOH untuk menghapus gas beracun seperti metana dan karbon dioksida. Sehingga akan jauh lebih aman membuang gas saat berada di dalamnya.

Selain kentut sebenarnya masih ada beberapa hal sepele lain yang ternyata sulit dilakukan saat berada di angkasa, seperti ketika astronaut ingin menggaruk hidungnya yang gatal.

“Tak ada yang bisa dilakukan, Anda harus menyikapinya dengan dewasa. Bisa coba menggaruknya ke samping seragam jika hidung Anda sebesar saya,” tutur Luca Parmitano, astronaut yang pernah menjalani misi terlama di antariksa pada 2013.[] Sumber: cnnindonesia.com

Baca juga: