Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaNewsIni Sebab Pelabuhan...

Ini Sebab Pelabuhan Krueng Geukueh Tak Aktif Menurut Kepala Bea dan Cukai

LHOKSEUMAWE –  Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Lhokseumawe Abdul Harris mengatakan, tidak aktifnya kegiatan ekspor di Pelabuhan Internasional Samudera Pase, Krueng Geukueh, Aceh Utara disebabkan hampir semua komoditas unggulan Aceh dibawa melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

“Selama ini hasil komoditi (komoditas) pertanian dan perkebunan di Aceh dibeli oleh pengusaha di Sumetera Utara. Wajar kalau pelabuhan di Provinsi Sumatera Utara tersebut lebih aktif dibanding Pelabuhan Krueng Geukueh,” kata Abdul Harris kepada portalsatu.com, Rabu, 20 Januari 2016.

Harris menambahkan, pengusaha lokal selama ini juga lebih memilih mengekspor berbagai komoditas dari Aceh melalui Pelabuhan Belawan.

Menurut Harris, sebagai instansi di bawah Kementerian Keuangan, Bea dan Cukai menerapkan sistem self assessment atau metode yang diterapkan untuk memberi tanggung jawab penuh kepada wajib pajak.

Harris berharap ke depan semakin banyak pengusaha lokal yang mau melakukan ekspor-impor melalui pelabuhan di Aceh. Sebab, kata dia, pelabuhan seperti di Krueng Geukueh sangat layak dijadikan lokasi ekspor-impor.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Aceh Utara saat berunjuk rasa/berdemo, Rabu/kemarin, menuding pihak Bea dan Cukai Lhokseumawe diskriminatif terhadap pengusaha yang mengurus izin ekspor-impor di pelabuhan itu.

“Kami meminta kepada pihak Bea dan Cukai agar mempermudah para pengusaha dalam melakukan ekspor-impor melalui pelabuhan tersebut,” kata Fakhrur Razi, salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Menyikapi hal itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Lhokseumawe Abdul Harris menyatakan, “Saya tegaskan pihak Bea dan Cukai tidak pernah melakukan intimidasi maupun diskriminasi terhadap siapa pun di pelabuhan tersebut. Sekarang teman-teman tunjukkan mana diskriminatif, ketidakadilan terhadap importir atau pengusaha yang kami lakukan”.[](idg)

Baca juga: