BANDA ACEH – Kandidat calon Gubernur Aceh, Zakaria Saman, berharap Pilkada tidak menimbulkan permusuhan antar sesama, terutama dengan lawan politik. Menurutnya dalam demokrasi setiap orang untuk maju menjadi gubernur merupakan hak.

Maken jai calon maken get, yang pah cit beu na 15 blah droe. Nyoe jameun demokrasi. Nak meteume ek (gubernur) sige sapoe,” kata mantan Menteri Pertahanan GAM ini saat dihubungi portalsatu.com, Rabu, 27 Juli 2016.

Dia sangat berharap pesta demokrasi 2017 mendatang menjadi ajang pemilihan kepala daerah yang bersih dan sesuai aturan. Selain itu, usai pemilihan kepala daerah juga tidak menimbulkan perselisihan atau permusuhan.

Nyan leuh coblos euntek langsong shake hand (berjabat tangan) aju. Miseu coblos poh 1, nyan poh 2 langsong shake hand. Bek sampe na permusuhan,” ucapnya.

Ia juga meminta semua pihak yang terlibat dalam pilkada mendatang agar dapat bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. “Bek gabuk-gabuk, kiban cara beu jroh,” ucapnya.[](bna)