LHOKSEUMAWE – Insiden khatib di Mesjid Raya Pase pada Jumat pekan lalu masih membekas di benak juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA/PA) wilayah Pase. Pasalnya, mantan kombatan tersebut selain ditangkap juga mengaku dianiaya tanpa alasan jelas oleh pihak kepolisian.
Sampai detik ini, saya masih bertanya-tanya, apa salah saya saat kejadian itu? Kenapa saya ditangkap kemudian dianiaya, kata M Jhoni saat bertemu sejumlah awak media di Abuwa Kupi Lhokseumawe, Selasa, 24 Januari 2017 sore.
Dirinya membantah pemberitaan sejumlah media yang menyebutkan dirinya telah menurunkan khatib. Menurutnya itu fitnah yang luar biasa, karena faktanya berbeda jauh dengan apa yang diberitakan. (Baca: Ini Kata Imum Chik Masjid Raya Pase Pantonlabu)
Jumat itu seperti biasa, saya masuk ke masjid dan duduk di shaf tiga. Kemudian saya diminta ke dalam ruang panitia masjid oleh Imum Chik masjid. Di dalam ruang itu, imum chik mengaku dirinya bingung karena ada paksaan dari beberapa orang untuk mengizinkan Tarmizi Karim menyampaikan khutbah pada hari itu, kata Jhoni.
Kemudian dirinya bertanya kepada Tgk Imum Chik, siapa sebenarnya khatib pada hari itu? Imum menjelaskan secara jadwalnya adalah Tgk Fauzan, karena khatib itu berhalangan, maka Tgk Jafar sebagai khatib pengganti. Berdasarkan pengakuan imum chik, Tgk Jafar sudah dihubungi pada Jumat pagi itu untuk menggantikan Tgk Fauzan yang berhalangan hadir.
Mendengar penjelasan itu, saya bilang ke Imum Chik jalankan saja seperti yang sudah terjadwal, karena masjid bukan ajang untuk berpolitik. Setelah saya katakan itu, saya tidak beranjak dari tempat duduk di ruang itu. Sampai akhirnya terjadi keributan di mimbar khatib, saya masih berada di dalam ruang, artinya saya tidak melihat kejadian itu, apalagi dituduh menurunkan khatib, katanya.
Sesaat berselang , kata Jhoni, beberapa anggota polisi masuk ke dalam ruang tempat dia berada. Mereka langsung mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada Jhoni. Sontak dirinya kebingungan saat dibawa anggota polisi ke Mapolsek Tanah Jambo Aye. Dia belakangan baru tahu bahwa yang menurunkan Tgk Jafar adalah Timses Tarmizi Karim.
Ini yang aneh, mereka yang menurunkan khatib, kenapa saya yang ditangkap. Saya berani mengatakan ini, karena faktanya saya tidak melakukan kekejian itu di dalam masjid. saya bersumpah atas nama Allah dan saya siap mempertanggungjawabkan pernyataan ini di depan hukum dan Allah SWT. Bahwa apa yang dituduhkan kepada saya tidak pernah saya lakukan, katanya lagi.
Di sisi lain, M Jhoni meminta media tidak mentah-mentah menerima informasi untuk dijadikan konsumsi publik. Berita yang disajikan idealnya harus berimbang, apalagi dalam kondisi tahun politik seperti ini. Media dituntut untuk independen.
Terus terang saya kecewa, ada media yang memberitakan kasus itu jauh dari fakta. Saya harap ke depan hal itu tidak terjadi lagi, karena efeknya sangat merugikan pihak-pihak tertentu, katanya.[]
Laporan: Sirajul Munir




